Dolar AS sempat melonjak 1,3 persen ke level 158,05 Yen, tertinggi dalam dua pekan. Namun, penguatannya kemudian menyusut menjadi 0,5 persen di level 156,725 Yen.
Pergerakan tersebut membuat Dolar AS berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Oktober 2025.
BOJ menaikkan suku bunga ke 1,25 persen, level tertinggi dalam 31 tahun. Namun, keputusan tersebut tidak mampu menopang Yen karena pasar menilai BOJ belum memberikan sinyal yang cukup kuat mengenai arah kenaikan suku bunga berikutnya.
Tekanan terhadap Yen juga mereda setelah otoritas Jepang melakukan pemeriksaan nilai tukar di pasar valuta asing. Langkah tersebut dipandang sebagai indikasi awal kemungkinan intervensi untuk menahan pelemahan Yen.
Selain Yen, Dolar AS juga menguat secara luas. Indeks Dolar AS yang mengukur pergerakan Dolar AS terhadap enam mata uang utama naik 1,2 persen sepanjang pekan dan berada di sekitar level tertinggi dalam tujuh pekan.
Penguatan Dolar AS turut dipengaruhi kebijakan Federal Reserve yang memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih mungkin dilakukan. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed berikutnya sekitar 55 persen, naik dari 27 persen sepekan sebelumnya.
Di sisi lain, Euro menguat 0,5 persen menjadi 1,1481 Dolar AS, meski masih berada di jalur untuk mencatat pelemahan sekitar 1 persen sepanjang pekan.
Poundsterling juga menguat 0,3 persen menjadi 1,3391 Dolar AS setelah data penjualan ritel Inggris melampaui ekspektasi pasar. 
