Persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan konsumen memahami biaya pinjaman, tetapi juga menyangkut risiko penipuan, penyalahgunaan data pribadi hingga praktik penagihan.


Direktur Hukum dan Kepatuhan Samir, Yonathan Gautama,  mengatakan, penyalahgunaan data pribadi dan fraud menjadi salah satu persoalan kepatuhan yang perlu diwaspadai industri. Modusnya antara lain melalui rekayasa sosial atau social engineering dengan mencatut identitas calon debitur maupun platform fintech.

Selain itu, etika penagihan dan kepatuhan terhadap batas manfaat ekonomi juga menjadi perhatian. Struktur bunga harian hingga total biaya layanan harus tetap berada dalam batas maksimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).



“Kepatuhan atau compliance adalah fondasi utama keberlanjutan bisnis. Di tengah pesatnya industri pindar, tiga area kepatuhan menjadi perhatian utama, yaitu penyalahgunaan data pribadi dan penipuan, etika dan tata cara penagihan, serta kepatuhan terhadap batas manfaat ekonomi,” ujar Yonathan saat dihubungi RMOL, dikutip Sabtu 18 September 2026.

Dari sisi konsumen, kemampuan membayar juga masih menjadi salah satu sumber utama pengaduan. Debitur yang mengalami penurunan kemampuan finansial umumnya mengajukan restrukturisasi atau keringanan pembayaran. Pertanyaan mengenai rincian biaya dan denda juga masih kerap disampaikan.

Namun, persoalan yang lebih mendasar adalah bagaimana memastikan perluasan akses keuangan diikuti pemahaman yang memadai dari masyarakat.

“PR terbesar yakni kesenjangan antara inklusi keuangan dan literasi keuangan,” kata Yonathan.

Kesenjangan tersebut membuat edukasi keuangan menjadi bagian penting dalam perkembangan industri fintech. Konsumen tidak hanya perlu memahami cara memperoleh pembiayaan, tetapi juga mengetahui biaya, kewajiban pembayaran, risiko penipuan serta konsekuensi dari keputusan keuangan yang diambil.

Upaya memperkecil kesenjangan itu dapat dilakukan melalui penyederhanaan informasi produk, edukasi digital secara berkelanjutan, serta mekanisme pengaduan yang lebih responsif. Dengan begitu, perluasan inklusi keuangan tidak sekadar ditandai dengan bertambahnya jumlah pengguna, tetapi juga meningkatnya kemampuan masyarakat menggunakan layanan keuangan secara sadar dan bertanggung jawab.

Di tingkat perusahaan, Samir mengatakan pendekatan tersebut dilakukan melalui edukasi di kanal digital, penyederhanaan bahasa perjanjian dan ringkasan informasi produk, serta penguatan layanan customer care agar pengaduan konsumen dapat diselesaikan sesuai batas waktu yang ditetapkan regulator. rmol news logo article



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *