Di antaranya di wilayah timur Indonesia yakni Papua Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku Utara (Malut), serta di bagian barat Indonesia di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Kepulauan Riau.
Hal tersebut disampaikan Maruli kepada wartawan di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada Sabtu sore, 19 September 2026.
Lebih spesifik, disampaikan Maruli, Kodam baru nantinya akan memiliki tugas di kewilayahan atau teritorial. Salah satunya menghalau pihak yang ingin merebut kedaulatan negara.
“Jadi untuk yang Kodam, semua Kodam itu tugas utamanya adalah teritorial. Penugasannya berbeda. Tapi dengan kondisi darurat, Kodam inilah nanti yang memimpin untuk perlawanan terhadap musuh,” kata Maruli.
“Itu dibilangnya perlawanan rakyat semesta, nanti di bawah Kodam nantinya gitu. Jadi kalau untuk OPM ini hanya satgas yang mengurus, tapi di bawah pendampingan Kodam,” demikian Maruli.
