SAMBAS, MEDIA KALBAR – Aliansi Masyarakat Peduli Bencana Kalimantan menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan pemerintah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sambas.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Relawan Aliansi Masyarakat Peduli Bencana Kalimantan, Muhammad Astaja, saat bersilaturahmi dengan Wakil Bupati Sambas serta Tim Penyuluh Karhutla dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI).

Muhammad Astaja mengatakan, penanganan karhutla tidak seharusnya berhenti pada perdebatan mengenai siapa yang bertanggung jawab. Hal yang lebih penting adalah membangun kepedulian dan menentukan langkah nyata yang harus dilakukan bersama.

“Kami menyadari bahwa hari ini bukan lagi waktunya mencari siapa yang bertanggung jawab. Lebih dari itu, kita harus menentukan siapa yang perlu berbuat dan apa yang dapat dilakukan bersama untuk memadamkan api serta memastikan asap tidak lagi menjadi ancaman nyata bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Astaja, relawan siap membantu pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana demi kepentingan masyarakat. Kerja bersama dinilai menjadi kunci agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI yang dipimpin Brigjen TNI Albert B. Tiranda. Kehadiran tim menjadi bagian dari penguatan koordinasi dan edukasi dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Langkah ini menjadi bukti bahwa kepedulian akan jauh lebih bermakna apabila diwujudkan melalui kerja bersama,” ujar Astaja.

Dalam pertemuan itu, sejumlah hal dibahas, mulai dari dampak bencana terhadap masyarakat, strategi menghadapi potensi bencana pada masa mendatang, hingga kebutuhan peralatan pendukung bagi petugas dan relawan di lapangan.

Astaja berharap kebakaran hutan dan lahan maupun banjir tidak terus menjadi ancaman yang menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Menurutnya, risiko bencana harus dihadapi dengan kesiapsiagaan, koordinasi, dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami berharap bencana karhutla dan banjir tidak lagi menjadi sesuatu yang hanya ditakuti, tetapi menjadi tantangan yang dihadapi dengan kesiapan seluruh pihak terkait,” tuturnya.

Atas nama Aliansi Masyarakat Peduli Bencana Kalimantan, Astaja turut menyampaikan apresiasi kepada Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI dan Wakil Bupati Sambas atas kesempatan berdialog serta mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi relawan di lapangan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas ruang koordinasi yang telah diberikan. Harapannya, setiap kendala di lapangan dapat diatasi bersama sehingga perlindungan terhadap masyarakat dan lingkungan dapat semakin diperkuat,” pungkasnya.(rai)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *