Keputusan itu diumumkan Bachelet melalui video yang diunggah di media sosialnya, dikutip Minggu, 20 September 2026.
Langkah tersebut diambil setelah dukungan terhadap pencalonannya merosot dalam proses informal pemilihan di Dewan Keamanan PBB.
“Hari ini, saya mengumumkan bahwa saya telah memutuskan untuk tidak melanjutkan pencalonan saya untuk posisi sekretaris jenderal PBB,” kata Bachelet.
Bachelet mengaku tidak menyesali keputusannya untuk mengikuti proses tersebut, meski menyadari pencalonannya menghadapi situasi yang sulit.
“Sebagian orang mungkin percaya bahwa saat itu bukanlah waktu yang tepat untuk pencalonan seperti yang ingin saya wakili. Saya tidak menyesal telah menerima tantangan besar ini,” kata dia.
Dalam jajak pendapat informal ketiga Dewan Keamanan PBB, Bachelet hanya memperoleh satu suara “encourage”, sementara 11 suara “discourage” dan tiga “no opinion”.
Hasil tersebut menempatkannya di posisi kedua dari bawah di antara delapan kandidat yang sebelumnya masih bersaing.
Bachelet sebelumnya diajukan sebagai kandidat oleh Chile, Brasil, dan Meksiko. Namun, pemerintah Chile kemudian menarik dukungannya pada Maret 2026.
Pencalonan tersebut juga kehilangan momentum di tengah menguatnya kandidat lain, termasuk mantan Wakil Presiden Kosta Rika Rebeca Grynspan.
Bachelet mengatakan pencalonannya setidaknya telah mendorong pembahasan mengenai perlunya perempuan Amerika Latin memimpin PBB.
Hingga kini, belum pernah ada perempuan yang menjabat sebagai Sekjen PBB, sementara jabatan tersebut akan ditinggalkan Antonio Guterres pada 31 Desember 2026 setelah menyelesaikan dua periode masa jabatan.
