Berdasarkan laporan Gedung Putih, jadwal Trump diperbarui dengan kepulangan menggunakan Marine One.
Helikopter kepresidenan tersebut diperkirakan tiba di Ellipse sekitar pukul 19.00 waktu setempat atau 23.00 GMT. Namun, Gedung Putih tidak memberikan alasan atas perubahan jadwal tersebut.
Pada hari yang sama, sebuah pesawat penerbangan umum yang memasuki wilayah udara terbatas di atas Thurmont, Maryland, dekat Camp David, dicegat F-16 NORAD. Pesawat tersebut kemudian dikawal keluar dari wilayah tersebut dengan aman.
Angkatan Udara Pertama AS menyatakan insiden itu tidak membahayakan masyarakat di darat maupun menunjukkan ancaman terhadap Trump atau fasilitas peristirahatan kepresidenan.
Kepergian Trump terjadi bersamaan dengan Departemen Luar Negeri AS yang mengeluarkan peringatan perjalanan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Warga Amerika Serikat yang berada di luar kawasan diminta mempertimbangkan kembali perjalanan menuju maupun melintasi wilayah tersebut.
Melalui akun Travel.Gov di platform X, Departemen Luar Negeri AS meminta warga Amerika yang berada di Timur Tengah meningkatkan kewaspadaan serta bersiap menghadapi kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, dan gangguan lainnya.
“Karena ketegangan di Timur Tengah, lingkungan keamanan tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tak terduga,” kata Departemen Luar Negeri AS, dikutip Minggu, 20 September 2026.
Departemen tersebut juga memperingatkan bahwa kelompok Houthi yang didukung Iran telah terlibat dalam permusuhan dengan Arab Saudi, termasuk serangan yang melibatkan bandara sipil.
