Pada perdagangan awal Senin, 12 Oktober 2026, harga minyak mentah Brent turun 1,37 Dolar AS atau 1,31 persen menjadi 103,35 Dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) melemah 1,30 Dolar AS atau 1,42 persen ke 90,55 Dolar AS per barel.
Penurunan harga terjadi setelah Presiden AS Donald Trump pada Minggu mengatakan Rusia dan Ukraina sepakat menghentikan serangan terhadap fasilitas energi masing-masing. Pengumuman itu menyusul kesepakatan pasokan diesel Rusia ke AS yang diumumkan pada Jumat. Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan masih menunggu rincian kesepakatan tersebut, sementara Moskow belum memberikan komentar.
Risiko pasokan juga meningkat setelah kelompok Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan di Bandara Internasional Riyadh pada Sabtu. Serangan kembali dilaporkan pada Minggu. Trump bahkan menyatakan AS sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan serangan Arab Saudi terhadap kelompok tersebut. Situasi ini menambah kekhawatiran pasar di tengah konflik regional yang lebih luas.
Ancaman terhadap distribusi minyak turut membayangi pasar setelah otoritas keamanan maritim Inggris melaporkan dua insiden terhadap kapal tanker selama akhir pekan. Satu kapal terkena serangan drone di sekitar area labuh Sohar, Oman, sementara kapal lainnya rusak akibat proyektil yang belum diketahui saat melintasi Selat Hormuz. Insiden tersebut berpotensi menghambat pemulihan ekspor minyak Timur Tengah yang sempat meningkat pada September.
