Namun, sosok yang akrab disapa Hensa itu mencatat sejumlah sektor yang menurutnya masih perlu dikejar, terutama yang berkaitan dengan tata kelola dan keselamatan warga.
“Perubahan-perubahan yang dilakukan pemerintah harus diapresiasi. Tapi masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, seperti pemberantasan korupsi, penanganan kebakaran hutan dan lahan, serta program Makan Bergizi Gratis yang harusnya nihil dari kasus keracunan,” ucap Hensa, Senin, 19 Oktober 2026.
Adapun terkait program MBG Hensa punya catatan. Program andalan Prabowo yang berjalan sejak 6 Januari 2025 itu berulang kali diwarnai kasus keracunan penerima manfaat di sejumlah daerah. Targetnya mestinya jelas, yaitu tidak ada lagi kasus keracunan.
Hensa juga melihat hasil terbaru survei PPI yang menemukan tingkat kepuasan publik sebesar 65,2 persen terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai perubahan arah dibandingkan survei-survei sebelumnya. Ia berharap tren tersebut bisa terus berlanjut.
“Ini kan hasil terakhir lembaga survei ya, sebelum-sebelumnya kan selalu di bawah 50 persen. Artinya, semoga kinerja pemerintahan ini memang membaik dan terus membaik,” imbuh Hensa.
Di sisi lain, Hensa mengingatkan satu persoalan lain yang menurutnya perlu segera diselesaikan pemerintah, yaitu kebanggaan generasi muda sebagai orang Indonesia. Ia merujuk pada temuan survei Lembaga Survei KedaiKOPI tentang pemuda Indonesia yang sedang dirilis secara bertahap.
“Ada satu pekerjaan rumah penting yang harus segera diselesaikan pemerintah. Berdasarkan survei Lembaga Survei KedaiKOPI tentang pemuda Indonesia, baru 81,5 persen yang bangga menjadi orang Indonesia. Artinya, ada sekitar 18,5 persen yang tidak bangga sebagai bangsa Indonesia,” tutur Hensa.
Hensa meminta pemerintah tidak menganggap remeh angka tersebut. Menurut dia, perlu ada program yang khusus menyasar anak muda.
“Pemerintah perlu menghadirkan program-program yang bisa meningkatkan kebanggaan pemuda menjadi orang Indonesia. Sebab, 18,5 persen itu kalau disetarakan dengan jumlah anak muda hari ini, jumlahnya puluhan juta,” pungkas Hensa. 
