PONTIANAK, Kabar Terbaru – Pendukung Gubernur Kalimantan Barat H. Ria Norsan, Maman Suratman, menanggapi aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah elemen mahasiswa di Pontianak.

Dalam pernyataannya pada Jumat (23/10/2026), Maman mengatakan telah mempelajari 20 poin tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.

“Setelah kami pelajari dan analisis, ternyata dari 20 tuntutan tersebut, 17 saya pastikan bukan kewenangan Gubernur Kalimantan Barat melainkan kewenangan pusat dan regulasi pusat. Hanya 3 poin yang berkaitan dengan Gubernur Kalimantan Barat,” ujar Maman.

“Artinya jika dipersentasekan hanya 15 persen saja yang berkaitan dengan Gubernur. Lalu mengapa Bapak Ria Norsan yang selalu didemo secara terus-menerus,” lanjutnya.

Ia menduga adanya motif politik yang ingin menjatuhkan Ria Norsan sebagai Gubernur Kalbar, terlebih adanya poster di ruang publik yang mendesak Ria Norsan mundur.

“Jelas ini persoalan politik bukan persoalan memperjuangkan aspirasi masyarakat,” kata Maman Suratman Ketua LSM Mempawah Berani ini.

Maman mengingatkan agar mahasiswa tidak mau ditunggangi atau disusupi pihak-pihak yang memiliki kepentingan politik.

“Jangan mau ditunggangi, disusupi oleh pihak-pihak yang sudah kebelet ingin menjadi gubernur, oleh pihak-pihak yang masih sakit hati karena kalah dalam kontestasi Pilgub yang lalu. Kalau mau berpolitik tunggu saatnya nanti,” tegasnya.

Ia juga meminta agar aksi demonstrasi tidak dilakukan sampai larut malam karena menimbulkan disrupsi sosial dan gangguan kamtibmas serta menghambat aktivitas masyarakat pengguna jalan.

“Kami pun bisa melakukan konsolidasi massa se-Kalimantan Barat. Kalian bisa apa kami pun bisa, kalian bisa main api kami pun bisa, hanya saja otak kami berjalan. Kami berpikir apakah tindakan tersebut membawa manfaat atau mudarat,” ujarnya.

Maman meminta mahasiswa berpikir dengan akal sehat, fokus belajar dan berprestasi.

“Apakah orang tua kalian bangga? Yang ada justru orang tua kalian di rumah khawatir. Orang tua kalian lebih bangga kalau kalian belajar dan berprestasi,” pungkasnya. (Amad)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *