Program ini juga diarahkan untuk memutus ketergantungan petani pada tengkulak, meningkatkan nilai jual hasil komoditas, serta menekan harga di tingkat konsumen.

Contohya Desa Kedung Asri, di Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi yang mengharapkan Koperasi Desa Merah Putih di wilayahnya dapat segera beroperasi. 

Kepala Desa Kedung Asri, Sunaryo sudah membayangkan akan dampak KDMP untuk desanya. Ia mengungkapkan Desa yang dipimpinnya memiliki total luas wilayah 1.300 hektar, sebanyak 500 merupakan pemukiman dan perkebunan sementara 800 hektar lahan pertanian produktif.  


Dengan luas wilayah dan kekayaan produksi perkebunan, Kades Sunaryo mengatakan sangat strategis untuk disinergikan dengan berbagai elemen komunitas di Kedung Sari, mulai dari kelompok tani hutan, kelompok pertanian, dan kelompok masyarakat pengelola UMKM. 

“Harapan kami sangat besar terkait Koperasi Desa Merah Putih ini, karena potensi wilayah kami luar biasa dan komunitas di desa juga banyak sehingga diharapkan dapat bersinergi untuk kesejahteraan warga,” kata Kades Sunaryo, lewat siaran pers Kemenkop, Minggu, 25 Oktober 2026.   

Saat ini anggota KDMP Kedung Asri baru 20 orang, namun ia optimistis, seluruh warga desa, yang berjumlah 3.000 KK atau 7000 jiwa, akan sukarela menjadi anggota apabila koperasi sudah beroperasi dan terbukti berdampak bagi warga.   

Sunaryo menyatakan kesiapannya untuk mengoperasikan KDMP Kedung Asri. Terlebih lagi, sarana dan prasarana koperasi sudah tersedia serta telah melalui tahapan verifikasi dan validasi. 

Karena itu, ia berharap segera menerima instruksi untuk memulai operasional KDMP di desanya. Selain ketersediaan gedung dan fasilitas penunjang lainnya, KDMP Kedung Asri juga telah menerima penempatan manajer yang akan memperkuat pengelolaan koperasi. 

“Kehadiran manajer ini juga diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan dan pengembangan usaha koperasi,” katanya.  

Cerita lain datang dari Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi. Ketua  KDMP Benculuk, Muhammad, memaparkan bahwa sarana dan prasarana koperasi telah siap, mulai dari truk, kendaraan roda tiga, CCTV, hingga pendingin ruangan (AC). Selain itu, kehadiran manajer menjadi nilai tambah untuk mempercepat pengoperasian KDMP Benculuk.  

Pengoperasian masih terkendala dengan belum adanya verifikasi dan validasi seluruh gedung, sarana dan prasaran serta kelengkapan KDKMP Benculuk. Muhammad menyampaikan agar proses Verval benar-benar mengevaluasi teknis bangunan dan seluruh kelengkapannya sesuai dengan perencanaan.    

Di tengah situasi tersebut, semangat para pengurus untuk segera mengoperasikan koperasi sangat kuat demi membuktikan dampaknya bagi masyarakat. Meski bekerja secara swadaya tanpa gaji dan hanya mengandalkan Sisa Hasil Usaha (SHU), mereka tetap fokus untuk membuktikan manfaat kehadiran koperasi. 

“Harapan kami adalah segera dilakukan pengoperasian KDMP Benculuk agar kami bisa membuktikan kepada masyarakat bahwa program negara ini baik,” ungkapnya. rmol news logo article



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *