{"id":1206,"date":"2024-05-30T13:12:05","date_gmt":"2024-05-30T13:12:05","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2024\/05\/30\/nu-circle-kritik-buku-panduan-kemdikbud-berisi-kekerasan-seksual-pedofilia-dan-lgbt\/"},"modified":"2024-05-30T13:12:05","modified_gmt":"2024-05-30T13:12:05","slug":"nu-circle-kritik-buku-panduan-kemdikbud-berisi-kekerasan-seksual-pedofilia-dan-lgbt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2024\/05\/30\/nu-circle-kritik-buku-panduan-kemdikbud-berisi-kekerasan-seksual-pedofilia-dan-lgbt\/","title":{"rendered":"NU Circle Kritik Buku Panduan Kemdikbud Berisi Kekerasan Seksual, Pedofilia, dan LGBT"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                            <!-- Di Bawah Berita Terkait> --><\/p>\n<p>                            <!-- News Part 2 --><br \/>\n                            <br \/>Begitu dikatakan Wakil Ketua Perkumpulan Nusantara Utama Cita (NU Circle) Ahmad Rizali. Katanya, buku-buku sastra picisan ini tetap diloloskan oleh Kemdikbud Ristek sebagai bacaan sastra untuk guru dan anak-anak di seluruh sekolah di Indonesia. <\/p>\n<p>Menurutnya, buku panduan ini dinilai mempromosikan pornografi, kecabulan, pedofilia\u00a0 dan LGBT.<br \/><!-- Ads: News Content B --><\/p>\n<p>                            <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                            <br \/>Dia pun memberikan contoh novel berjudul &#8220;Puya ke Puya&#8221; karya Faisal Oddang yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama tahun 2021. <\/p>\n<p>Di halaman 208, lanjutnya,\u00a0 terdapat narasi kekerasan seksual yang berbunyi \u201c<i>Saya merogoh selangkangannya, Memasukkan gagang parang berkali-kali, sebelum saya setubuhi. Malena hanya mampu menangis<\/i>.\u201d <\/p>\n<p>Di halaman 45, terdapat adegan pedofilia yaitu kekerasan seksual terhadap anak-anak. Narasi teksnya\u00a0 berbunyi \u201c<i>Lelaki, bos ayahnya, membunuhnya dengan tidak sengaja&#8230;&#8230;Bos ayah Bumi memasukkan kemaluannya ke pantat Bumi. Akhirnya dia meninggal<\/i>.\u201d <\/p>\n<p>Di halaman 76 dan 79, terdapat adegan LGBT.\u00a0 berbunyi, &#8220;<i>Mister itu menyukai laki-laki, anak laki. Mr Berth kadang-kadang juga suka sama lelaki dewasa, kalau tidak ada anak kecil seperti Bumi waktu itu<\/i>.\u201d \u00a0<\/p>\n<p>Di halaman 79\u00a0 terdapat teks yang mempromosikan LGBT yang berbunyi \u201c<i>Mr. Berth, bos ayah Bumi, mister itu yang aku lihat&#8230;.tempat kencing Mister itu masuk ke pantat ayah Bumi. Mereka lama-lama seperti capek&#8230;.kemudian ayah Bumi dicium mister itu<\/i>.\u201d <\/p>\n<p>Ahmad Rizali menegaskan contoh-contoh karya sastra dalam Buku Panduan Sastra Masuk Kurikulum menjadi bukti tragedi intelektual. Sebab, seharusnya para kurator Kemdikbud Ristek itu bertugas menyeleksi buku sastra yang memiliki nilai sastra tinggi dan memenuhi norma-norma dalam masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cSeharusnya semua konten sastra yang berisi kekerasan seksual, persenggamaan, dan pornografi itu\u00a0 dicoret,\u201d kata Ahmad Rizali dalam keterangan tertulis, Kamis (30\/5). <\/p>\n<p>Untuk itu, kata dia lagi, NU Circle meminta koreksi secara total buku panduan tersebut. Sebab jika diteruskan buku itu akan menjadi referensi pihak sekolah untuk melakukan pengadaan buku-buku cabul\u00a0 tersebut di pasaran. <\/p>\n<p>\u201cProgram itu harus dihentikan. Para kurator Kemdikbud Ristek itu harus mampu bertugas memilah mana buku sastra yang baik untuk anak-anak di sekolah dan mana yang tidak baik,\u201d pungkasnya.<img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<div class=\"text-center border mb-4 mt-4 rounded\">\n<p class=\"fs-7 m-0 p-3\">Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMPnniQswxPybAw?ceid=ID:id&amp;oc=3&amp;r=1\" class=\"fw-bold\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Google News<\/b><\/a>.<br \/>Untuk mengikuti silakan <b>klik tanda bintang.<\/b><\/p>\n<\/div>\n<p>                            <!-- Ads: News Content C --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v14.0&#038;appId=593163638143624&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"ZQc4Q5BS\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/politik\/read\/2024\/05\/30\/622408\/nu-circle-kritik-buku-panduan-kemdikbud-berisi-kekerasan-seksual-pedofilia-dan-lgbt\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Begitu dikatakan Wakil Ketua Perkumpulan Nusantara Utama Cita (NU Circle) Ahmad Rizali. Katanya, buku-buku sastra picisan ini tetap diloloskan oleh Kemdikbud Ristek sebagai bacaan sastra untuk guru dan anak-anak di seluruh sekolah di Indonesia. Menurutnya, buku panduan ini dinilai mempromosikan pornografi, kecabulan, pedofilia\u00a0 dan LGBT. Dia pun memberikan contoh novel berjudul &#8220;Puya ke Puya&#8221; karya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1207,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-1206","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1206","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1206"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1206\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1207"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1206"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1206"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1206"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}