{"id":12440,"date":"2026-06-01T05:21:49","date_gmt":"2026-05-31T22:21:49","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/06\/01\/berkat-mirwan-suwarso-como-tampil-di-ucl\/"},"modified":"2026-06-01T05:21:49","modified_gmt":"2026-05-31T22:21:49","slug":"berkat-mirwan-suwarso-como-tampil-di-ucl","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/06\/01\/berkat-mirwan-suwarso-como-tampil-di-ucl\/","title":{"rendered":"Berkat Mirwan Suwarso Como Tampil di UCL"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                            <!-- News Part 2 --><br \/>\n                            <br \/>Sekarang? Resmi tampil di Liga Champions. Yang bikin Italia mendadak ingin belajar ngomong \u201cterima kasih wak,\u201d di balik kebangkitan gila itu ada orang Indonesia bernama Mirwan Suwarso.<\/p>\n<p>                            <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                            Dulu Como itu klub nyaris almarhum. Bangkrut. Stadion kusam. Finansial amburadul. Masa depan suram, madesu. Klub ini hidupnya megap-megap seperti kipas angin tua kena debu tiga generasi.\u00a0<\/p>\n<p>Mereka bukan Juventus. Bukan Inter Milan. Bahkan aura glamournya kalah sama warung kopi dekat terminal.<br \/><!-- Ads: News Content B --><\/p>\n<p>                            <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                            <br \/>Lalu datanglah Mirwan. Awalnya orang Italia bingung setengah mati. \u201cSiapa ini?\u201d<\/p>\n<p>Mereka kira Mirwan cuma pengusaha Asia yang mau numpang gaya. Biasalah, sepak bola Eropa sering didatangi sultan dadakan yang hobinya beli klub buat konten <i>flexing<\/i>.\u00a0<\/p>\n<p>Datang pakai jet pribadi, foto sambil pegang jersey, beli striker harga selangit, lalu kabur saat klub mulai kalah tiga kali beruntun.<\/p>\n<p>Tapi Mirwan beda. Dia tidak datang membawa ego. Dia datang membawa <i>spreadsheet<\/i>. Iya, <i>spreadsheet<\/i>. Hal paling ditakuti manusia setelah tagihan pinjol.<\/p>\n<p>Mirwan membangun Como pelan-pelan. Akademi dibenahi. Infrastruktur diperbaiki. Sistem scouting dimodernisasi. Klub dijalankan seperti perusahaan profesional, bukan seperti proyek panitia yang anggarannya habis duluan sebelum acara dimulai.<\/p>\n<p>Yang paling bikin warga Italia meleleh kayak mozzarella kena oven, Mirwan menghormati sejarah klub. Dia tidak sok jadi superhero. Tidak ngumbar janji treble. Tidak tiap lima menit bikin konferensi pers ala politisi habis survei naik 0,3 persen. Dia kerja diam-diam. Tahu-tahu Como berubah jadi monster elegan.<\/p>\n<p>Lalu masuklah Cesc Fabregas. Nah ini makin liar. Nuan bayangkan legenda Arsenal dan Barcelona itu sekarang berdiri serius memimpin proyek sepak bola modern bersama orang Indonesia. Rasanya seperti lihat tukang seblak mendadak diskusi taktik sama Pep Guardiola.<\/p>\n<p>Fabregas diberi sistem modern berbasis data statistik ala Moneyball. Pemain direkrut bukan berdasarkan \u201cfeeling cocok\u201d atau mimpi ketemu leluhur bola semalam. Semua pakai analisis detail.<\/p>\n<p>Hasilnya? Gila. Como mulai membunuh raksasa-raksasa Serie A pelan-pelan seperti villain anime yang awalnya diremehkan. AC Milan disalip. Juventus dikangkangi.<\/p>\n<p>Tim-tim besar Italia mulai panik melihat klub kecil pinggir danau tiba-tiba bermain seperti gabungan Barcelona 2011 dan anak tongkrongan yang lagi kerasukan semangat hidup.<\/p>\n<p>Puncaknya musim ini. Como resmi mengunci tiket Liga Champions setelah tampil luar biasa dan finis di empat besar Serie A. Stadion meledak. Kota Como menangis. Ultras Italia berteriak \u201cPresidente!\u201d lebih keras dari teriakan mahasiswa menurunkan Gubernur Kaltim.<\/p>\n<p>Ulangi biar tetangga dengar, Como main di UCL Di balik semua itu ada otak Indonesia bekerja.<\/p>\n<p>Mirwan Suwarso membuktikan, orang kita bukan cuma jago bikin <i>thread<\/i> konspirasi dan debat wasit di Facebook. Kita juga bisa mengelola klub Eropa dengan visi modern dan mental baja.<\/p>\n<p>Lucunya lagi, orang Italia lebih cepat menghargai talenta Indonesia dibanding negeri sendiri. Di sini kadang orang sukses malah ditanya, \u201cpunya backing siapa?\u201d<\/p>\n<p>Sekarang anthem Liga Champions akan berkumandang di Como musim depan. Saat lagu itu terdengar, Eropa akan sadar, keajaiban sepak bola Italia ini ternyata dipimpin oleh seorang pria dari Indonesia. Negeri yang sering diremehkan\u2026 tapi diam-diam mulai bikin Eropa tepuk tangan.<\/p>\n<p>\u201cNampaknya, mau siapkan kopi dan pisang goreng saat Como main nanti, Bang.\u201d<\/p>\n<p>\u201cSelain Hyundai Hillstate, Como layak ditonton, wak. Seruput Koptagusl udah pasti. Bagaimanapun Como ada rasa Indonesia.\u201d<img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<p><b>Rosadi Jamani<\/b><br \/><i>Ketua Satupena Kalbar<\/i><\/p>\n<p>                            <!-- Ads: News Content C --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/publika\/read\/2026\/06\/01\/709102\/berkat-mirwan-suwarso-como-tampil-di-ucl\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekarang? Resmi tampil di Liga Champions. Yang bikin Italia mendadak ingin belajar ngomong \u201cterima kasih wak,\u201d di balik kebangkitan gila itu ada orang Indonesia bernama Mirwan Suwarso. Dulu Como itu klub nyaris almarhum. Bangkrut. Stadion kusam. Finansial amburadul. Masa depan suram, madesu. Klub ini hidupnya megap-megap seperti kipas angin tua kena debu tiga generasi.\u00a0 Mereka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12441,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,3],"tags":[],"class_list":["post-12440","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-sports"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12440","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12440"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12440\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12441"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12440"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12440"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12440"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}