{"id":14510,"date":"2026-06-30T12:15:18","date_gmt":"2026-06-30T05:15:18","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/06\/30\/dendam-dengan-pdip-bikin-jokowi-arahkan-psi-bidik-basis-wong-cilik\/"},"modified":"2026-06-30T12:15:18","modified_gmt":"2026-06-30T05:15:18","slug":"dendam-dengan-pdip-bikin-jokowi-arahkan-psi-bidik-basis-wong-cilik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/06\/30\/dendam-dengan-pdip-bikin-jokowi-arahkan-psi-bidik-basis-wong-cilik\/","title":{"rendered":"Dendam dengan PDIP Bikin Jokowi Arahkan PSI Bidik Basis Wong Cilik"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                            <!-- News Part 2 --><br \/>\n                            <br \/>Pengamat politik Andi Yusran menilai ada dua faktor yang membuat PSI terlihat semakin menantang PDIP.<\/p>\n<p>                            <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                            \u201cAda dua hal yang membuat mengapa PSI terlihat sangat anti dengan PDIP. Pertama, ada dendam antara Jokowi dan keluarganya dengan PDIP, terutama setelah Jokowi dan keluarganya dipecat oleh PDIP,\u201d ujar Andi Yusran kepada RMOL, Selasa, 30 Juni 2026.<\/p>\n<p>Faktor kedua, kata dia, berkaitan dengan perebutan basis pemilih yang relatif sama antara kedua partai.<br \/><!-- Ads: News Content B --><\/p>\n<p>                            <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                            <br \/>\u201cKedua, captive market yang sama antara PDIP dan PSI. Sama-sama mengharap pemilih sekuler dan kelas menengah ke bawah,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Menurut Andi Yusran, masuknya Jokowi dan keluarganya ke PSI telah mengubah arah dan platform politik partai tersebut secara signifikan.<\/p>\n<p>Sebelumnya, PSI dikenal sebagai partai sekuler perkotaan yang menyasar pemilih pemula dan generasi muda, khususnya Gen Z. Namun kini, kata dia, orientasi partai mulai bergeser ke pemilih pedesaan, wong cilik, dan pemilih pragmatis.<\/p>\n<p>\u201cMasuknya Jokowi dan keluarganya ke PSI setidaknya telah mengubah secara total platform ideologi partai dari yang sebelumnya sekuler perkotaan yang menyasar pemilih pemula dan Gen Z, kini mulai bergeser ke pasar pedesaan, wong cilik, dan pemilih pragmatis,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Perubahan platform tersebut, lanjut Andi Yusran, membuat PSI berpotensi bertarung langsung di wilayah elektoral yang selama ini menjadi basis kuat PDIP.<\/p>\n<p>\u201cPerubahan platform tersebut menjadikan PSI akan bertarung di wilayah yang selama ini dikuasai oleh PDIP,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Ia menilai, jika pergeseran itu berlangsung konsisten, maka persaingan PSI dan PDIP pada pemilu mendatang akan semakin terbuka, terutama dalam memperebutkan pemilih kelas menengah bawah dan wong cilik. <img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<p>                                                        <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=rmol.id\" rel=\"noindex nofollow\" target=\"_blank\" class=\"google-search-ads\"><\/p>\n<div><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/rmol.id\/v4_assets\/img\/icon\/google-logo.png?v=2\"\/><\/div>\n<p>Jadikan <b>RMOL.ID<\/b> sumber pilihan pencarian Google<\/p>\n<p>                            <\/a><\/p>\n<p>                            <!-- Ads: News Content C --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/politik\/read\/2026\/06\/30\/712659\/dendam-dengan-pdip-bikin-jokowi-arahkan-psi-bidik-basis-wong-cilik\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengamat politik Andi Yusran menilai ada dua faktor yang membuat PSI terlihat semakin menantang PDIP. \u201cAda dua hal yang membuat mengapa PSI terlihat sangat anti dengan PDIP. Pertama, ada dendam antara Jokowi dan keluarganya dengan PDIP, terutama setelah Jokowi dan keluarganya dipecat oleh PDIP,\u201d ujar Andi Yusran kepada RMOL, Selasa, 30 Juni 2026. Faktor kedua, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14511,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,2],"tags":[],"class_list":["post-14510","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-politics"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14510","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14510"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14510\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14511"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14510"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14510"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14510"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}