{"id":17041,"date":"2026-08-03T04:20:59","date_gmt":"2026-08-02T21:20:59","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/08\/03\/teriakan-prabowo-hidup-jokowi-bagian-dari-tipu-daya-untuk-menang-perang\/"},"modified":"2026-08-03T04:20:59","modified_gmt":"2026-08-02T21:20:59","slug":"teriakan-prabowo-hidup-jokowi-bagian-dari-tipu-daya-untuk-menang-perang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/08\/03\/teriakan-prabowo-hidup-jokowi-bagian-dari-tipu-daya-untuk-menang-perang\/","title":{"rendered":"Teriakan Prabowo \u2018Hidup Jokowi\u2019 Bagian dari Tipu Daya untuk Menang Perang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                                <!-- News Part 2 --><br \/>\n                                <br \/>Menurut jurnalis senior, Lukas Luwarso dalam podcast <i>Madilog<\/i> bersama Darmawan Sepriyossa, teriakan itu merupakan akhir dari hubungan romantis antara Prabowo dengan Jokowi.<\/p>\n<p>                                <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                                Awalnya Lukas mengurai teori strategi ala Sun Tzu terkait menang perang tanpa harus bertempur dengan musuh.<\/p>\n<p>\u201cJadi politik itu seperti air, harus fleksibel dan adaptif. Dan yang lima (teori Sun Tzu), yang paling penting. Jadi nanti teori Sun Tzu itu nomor lima akan kita jadikan sebagai basis fondasi menganalisis peperangan antara Prabowo dan Jokowi. (Teori) kelima adalah menggunakan tipu daya dan fleksibilitas psikologis tipu daya,\u201d kata Lukas dikutip dalam kanal YouTube <i>Forum Keadilan TV<\/i>, Minggu malam, 2 Agustus 2026.\u00a0<br \/><!-- Ads: News Content B --><\/p>\n<p>                                <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                                <br \/>Lanjut dia, narasi \u2018Hidup Jokowi\u2019 yang pernah didengungkan Prabowo merupakan bagian dari teori perang Sun Tzu yang dijalankan oleh Prabowo dan Gerindra.<\/p>\n<p>\u201cKalau orang cenderung hanya ingin mendukung, kenapa harus berteriak \u2018Hidup Jokowi\u2019? Nah, artinya waktu itu yang memang saya dapat info ya A1, A setengah malah, sebenarnya Prabowo sedang galau, karena ini tidak ada script. Jadi di internal Gerindra, waktu itu sudah mulai ada perselisihan dalam merespons bagaimana nih relasi Prabowo dan Jokowi,\u201d ungkapnya.<br \/>\u00a0<br \/>\u201cNah, saya boleh katakan sekarang bahwa teriakan \u2018Hidup Jokowi\u2019 yang kontroversial itu adalah awal dari akhir hubungan yang harmonis antara Prabowo dan Jokowi. Nah, sekuel-nya akan mulai terungkap satu per satu bagaimana \u2018Hidup Jokowi itu sebenarnya adalah poin kelima dari Sun Tzu tadi, tipu daya,\u201d tambah Lukas.<\/p>\n<p>Masih kata dia, hal itu berangkat dari ketidaksukaan orang-orang Gerindra terkait adanya narasi yang seolah-olah Prabowo menjadi boneka Jokowi.<\/p>\n<p>\u201cWaktu itu (HUT ke-17 Gerindra) diumumkan Prabowo akan maju lagi tahun 2029. Nah itu artinya baru 6 bulan (menjabat presiden) kok Prabowo sudah mau deklarasi, mau nyalon lagi 2029? Padahal yang beredar adalah ada kesepakatan (dengan Jokowi) Prabowo hanya akan bertahan maksimal 2,5 tahun. Rumor yang beredar,\u201d tandasnya. <img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/politik\/read\/2026\/08\/03\/716857\/teriakan-prabowo-hidup-jokowi-bagian-dari-tipu-daya-untuk-menang-perang\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menurut jurnalis senior, Lukas Luwarso dalam podcast Madilog bersama Darmawan Sepriyossa, teriakan itu merupakan akhir dari hubungan romantis antara Prabowo dengan Jokowi. Awalnya Lukas mengurai teori strategi ala Sun Tzu terkait menang perang tanpa harus bertempur dengan musuh. \u201cJadi politik itu seperti air, harus fleksibel dan adaptif. Dan yang lima (teori Sun Tzu), yang paling [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17042,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,2],"tags":[],"class_list":["post-17041","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-politics"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17041","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17041"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17041\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17042"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17041"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17041"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17041"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}