{"id":17740,"date":"2026-08-12T16:08:02","date_gmt":"2026-08-12T09:08:02","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/08\/12\/uob-geser-strategi-fokus-garap-emerging-affluent-dan-kebutuhan-nasabah\/"},"modified":"2026-08-12T16:08:02","modified_gmt":"2026-08-12T09:08:02","slug":"uob-geser-strategi-fokus-garap-emerging-affluent-dan-kebutuhan-nasabah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/08\/12\/uob-geser-strategi-fokus-garap-emerging-affluent-dan-kebutuhan-nasabah\/","title":{"rendered":"UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                                <!-- News Part 2 --><\/p>\n<p>Pemahaman yang lebih mendalam terhadap karakteristik dan kebutuhan setiap segmen nasabah menjadi kunci untuk memenangkan persaingan, terutama di tengah pertumbuhan kelompok affluent dan emerging affluent di Indonesia.<br \/>Consumer Banking UOB Indonesia, Herman Soesetyo, mengatakan, UOB memilih pendekatan berbeda dengan menggeser fokus dari sekadar produk menjadi strategi yang lebih berorientasi pada klien atau client-centric.<\/p>\n<p>                                <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                                \u201cKita sudah beralih, fokus kita lebih ke segmentasi klien-sentris daripada ke produk itu sendiri,\u201d ujar Herman dalam acara UOB Media Editors Circle 2026 bertajuk &#8220;Powering Indonesia&#8217;s Next Engine of Growth&#8221;, di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.<\/p>\n<p>Menurutnya, pendekatan tersebut membuat produk perbankan bukan lagi menjadi titik awal dalam melayani nasabah. Sebaliknya, bank terlebih dahulu memahami kebutuhan dan karakteristik nasabah, kemudian menawarkan produk yang paling relevan.<br \/><!-- Ads: News Content B --><\/p>\n<p>                                <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                                <br \/>Dalam strategi tersebut, UOB memberikan perhatian khusus kepada dua kelompok nasabah, yakni affluent client group dan emerging affluent group.<\/p>\n<p>Herman menilai kedua segmen tersebut memiliki potensi yang semakin besar seiring pertumbuhan jumlah masyarakat dengan kemampuan belanja dan aset yang meningkat. Ia merujuk pada data yang disampaikan dalam diskusi tersebut, yang menunjukkan besarnya populasi kelompok emerging hingga affluent di Indonesia.<\/p>\n<p>Potensi tersebut juga tercermin dari proyeksi pertumbuhan segmen affluent. Mengacu pada survei Knight Frank yang dikutip Herman, kelompok ini diperkirakan tumbuh sekitar 82 persen hingga 2030-2031.<\/p>\n<p>\u201cArahnya itu semakin kompleks, bagaimana kita sebagai perbankan dipacu untuk bisa serve better ke customer needs tersebut,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Karena itu, menurut Herman, perubahan pendekatan menjadi semakin penting. Bank tidak cukup hanya memiliki beragam produk, tetapi juga harus mampu memahami kebutuhan nasabah berdasarkan segmennya.<\/p>\n<p>Dengan strategi tersebut, UOB berupaya membangun layanan yang lebih relevan bagi setiap kelompok nasabah. Fokus pada segmen juga memungkinkan bank melihat kebutuhan nasabah secara lebih utuh, bukan hanya berdasarkan produk yang ingin mereka gunakan.<\/p>\n<p>\u201cJadi kita beralih bukan hanya ke product centric, namun kita menjadi ke segment centric atau client centric,\u201d tutur Herman.<\/p>\n<p>Perubahan ini menunjukkan bahwa persaingan perbankan tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya produk yang tersedia, tetapi juga oleh kemampuan bank mengenali karakteristik nasabah dan memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.<b> <img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/b><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/bisnis\/read\/2026\/08\/12\/717987\/uob-geser-strategi-fokus-garap-emerging-affluent-dan-kebutuhan-nasabah\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemahaman yang lebih mendalam terhadap karakteristik dan kebutuhan setiap segmen nasabah menjadi kunci untuk memenangkan persaingan, terutama di tengah pertumbuhan kelompok affluent dan emerging affluent di Indonesia.Consumer Banking UOB Indonesia, Herman Soesetyo, mengatakan, UOB memilih pendekatan berbeda dengan menggeser fokus dari sekadar produk menjadi strategi yang lebih berorientasi pada klien atau client-centric. \u201cKita sudah beralih, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17741,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,6],"tags":[],"class_list":["post-17740","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17740","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17740"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17740\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17741"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17740"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17740"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17740"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}