{"id":17790,"date":"2026-08-13T07:40:44","date_gmt":"2026-08-13T00:40:44","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/08\/13\/makan-demi-konten-nyawa-jadi-taruhan\/"},"modified":"2026-08-13T07:40:44","modified_gmt":"2026-08-13T00:40:44","slug":"makan-demi-konten-nyawa-jadi-taruhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/08\/13\/makan-demi-konten-nyawa-jadi-taruhan\/","title":{"rendered":"Makan Demi Konten, Nyawa Jadi Taruhan!"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                                <!-- News Part 2 --><br \/>\n                                <br \/>Mukbang muncul di Korea Selatan pada awal 2010-an, lahir dari platform live streaming seperti AfreecaTV, di mana penonton bisa merasa &#8220;makan bersama&#8221; seseorang secara real-time.\u00a0<\/p>\n<p>                                <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                                Tren ini kemudian meluas besar-besaran ke negara-negara Barat sekitar tahun 2014.<\/p>\n<p>Di Indonesia sendiri, tren <i>food vlogging<\/i> mulai berkembang sejak awal 2010-an seiring munculnya YouTube, lalu semakin pesat lima tahun terakhir dengan hadirnya TikTok dan Instagram.\u00a0<br \/><!-- Ads: News Content B --><\/p>\n<p>                                <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                                <br \/>Nama-nama seperti Nex Carlos, Tanboy Kun, hingga Farida Nurhan pun lahir dan membesarkan industri review kuliner tanah air.<\/p>\n<p><b>Dari Pujian yang Menghidupkan, Hingga Kritik yang Mematikan Usaha<\/b><\/p>\n<p>Inilah sisi gelapnya: satu video bisa membuat warung kecil kebanjiran pembeli &#8212; atau justru bangkrut dalam semalam.\u00a0<\/p>\n<p>Kehadiran seorang <i>reviewer<\/i> makanan bisa meningkatkan atau menghancurkan reputasi restoran hanya lewat penilaian yang mereka sampaikan ke masyarakat luas.\u00a0<\/p>\n<p>Ulasan pedas soal rasa, kebersihan, atau pelayanan bisa menyebar viral dalam hitungan jam, dan bagi pelaku usaha kecil, itu bisa jadi pukulan telak yang sulit dipulihkan.<\/p>\n<p><b>Ketika &#8220;Makan Banyak&#8221; Berubah Jadi Ajang Taruhan Nyawa<\/b><\/p>\n<p>Semakin ekstrem kontennya, semakin viral &#8212; tapi harganya kadang nyawa.\u00a0<\/p>\n<p>Kasus paling mengerikan datang dari China: Pan Xiaoting, bintang mukbang berusia 24 tahun, meninggal saat live streaming.<\/p>\n<p>Lambung Pan Xiaoting benar-benar robek akibat kebiasaan makan lebih dari 10 kg makanan setiap sesi, tanpa jeda, hingga 10 jam sehari.\u00a0<\/p>\n<p>Ironisnya, ia sempat dirawat karena pendarahan lambung, namun kembali <i>binge eating<\/i> sehari setelah keluar rumah sakit.<\/p>\n<p>Kasus lain juga menghantui dunia mukbang: Efecan Kultur, mukbanger asal Turki berusia 24 tahun, meninggal akibat komplikasi obesitas setelah sempat tak bisa berdiri dan mengalami gangguan pernapasan.\u00a0<\/p>\n<p>Sementara itu, seorang YouTuber mukbang di Filipina meninggal karena serangan jantung sehari setelah mengunggah video makan besar-besaran.<\/p>\n<p>Dokter jantung pun angkat bicara: makan berlebihan dapat memberi tekanan besar pada jantung, terutama bagi mereka dengan hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi.<\/p>\n<p>Di balik gemerlap <i>subscriber<\/i> dan <i>endorse<\/i>, industri <i>food vlogger<\/i> menyimpan dua wajah, kekuatan untuk mengangkat &#8212; dan menjatuhkan &#8212; usaha kecil, serta risiko kesehatan nyata bagi kreatornya sendiri.\u00a0<\/p>\n<p>Konten menghibur, tapi taruhannya kadang jauh lebih besar dari sekadar &#8220;views&#8221;.<img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<p><b>Ratna Yunita<\/b><br \/><i>Mantan Jurnalis\/Aktivis Media Sosial<\/i><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/publika\/read\/2026\/08\/13\/718059\/makan-demi-konten-nyawa-jadi-taruhan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mukbang muncul di Korea Selatan pada awal 2010-an, lahir dari platform live streaming seperti AfreecaTV, di mana penonton bisa merasa &#8220;makan bersama&#8221; seseorang secara real-time.\u00a0 Tren ini kemudian meluas besar-besaran ke negara-negara Barat sekitar tahun 2014. Di Indonesia sendiri, tren food vlogging mulai berkembang sejak awal 2010-an seiring munculnya YouTube, lalu semakin pesat lima tahun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17791,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-17790","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17790","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17790"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17790\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17791"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17790"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17790"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17790"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}