{"id":20691,"date":"2026-09-21T13:39:38","date_gmt":"2026-09-21T06:39:38","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/09\/21\/pks-tolak-pelonggaran-batas-defisit-apbn\/"},"modified":"2026-09-21T13:39:38","modified_gmt":"2026-09-21T06:39:38","slug":"pks-tolak-pelonggaran-batas-defisit-apbn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/09\/21\/pks-tolak-pelonggaran-batas-defisit-apbn\/","title":{"rendered":"PKS Tolak Pelonggaran Batas Defisit APBN"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                                <!-- News Part 2 --><br \/>\n                                <br \/>Sekjen PKS sekaligus Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid, mengatakan, batas tersebut perlu dipertahankan demi menjaga kesinambungan dan kredibilitas fiskal.<\/p>\n<p>                                <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                                \u201cKami memahami dan menghargai semangat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Itu tujuan yang sama-sama kita bawa. Hanya saja, kami memandang batas defisit maksimal 3 persen dari PDB masih diperlukan untuk mengendalikan utang demi menjaga kesinambungan dan kredibilitas fiskal,\u201d tegas Kholid, Senin, 21 September 2026.<\/p>\n<p>Menurutnya, defisit APBN dan utang yang terkendali menjadi fondasi bagi pengelolaan fiskal yang baik.Kredibilitas fiskal sendiri dibangun dalam waktu panjang dan sangat dipengaruhi persepsi domestik maupun global.\u00a0<br \/><!-- Ads: News Content B --><\/p>\n<p>                                <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                                <br \/>&#8220;Konsistensi menjaga batas defisit ini memberi sinyal yang baik tentang komitmen kita terhadap pengelolaan keuangan negara yang prudent atau hati-hati,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Kholid menegaskan bahwa sikap ini bukan penolakan terhadap ekspansi fiskal.<\/p>\n<p>\u201cPelebaran defisit dimungkinkan, dengan syarat kondisi resesi atau krisis ekonomi yang memang membutuhkan ekspansi fiskal secara signifikan. Di luar kondisi itu, kami berpandangan batas 3 persen sebaiknya tetap dijaga,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sekretaris Jenderal PKS ini menggarisbawahi, pertanyaan yang lebih tepat bukan apakah fiskal boleh berekspansi, tetapi kapan waktu yang paling tepat.<\/p>\n<p>\u201cSaat krisis, ekspansi adalah keharusan. Saat kondisi normal, defisit serta utang yang terkendali justru menyiapkan ruang gerak kita untuk menghadapi global uncertainty atau ketidakpastian global,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Kholid berharap pembahasan di Komisi XI bersama pemerintah terus berlangsung terbuka dan saling menguatkan.<\/p>\n<p>\u201cKami mendukung pembaruan UU Keuangan Negara, dan berharap hasilnya semakin memperkuat kepercayaan terhadap pengelolaan fiskal kita,\u201d pungkas anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat VI (Kota Depok dan Kota Bekasi) tersebut. <img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/politik\/read\/2026\/09\/21\/722413\/pks-tolak-pelonggaran-batas-defisit-apbn\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekjen PKS sekaligus Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid, mengatakan, batas tersebut perlu dipertahankan demi menjaga kesinambungan dan kredibilitas fiskal. \u201cKami memahami dan menghargai semangat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Itu tujuan yang sama-sama kita bawa. Hanya saja, kami memandang batas defisit maksimal 3 persen dari PDB masih diperlukan untuk mengendalikan utang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":20692,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,2],"tags":[],"class_list":["post-20691","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-politics"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20691","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20691"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20691\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20692"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20691"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20691"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20691"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}