{"id":20763,"date":"2026-09-22T16:15:49","date_gmt":"2026-09-22T09:15:49","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/09\/22\/djkn-kemenkeu-lanjutkan-penagihan-utang-obligor-dan-debitur-blbi\/"},"modified":"2026-09-22T16:15:49","modified_gmt":"2026-09-22T09:15:49","slug":"djkn-kemenkeu-lanjutkan-penagihan-utang-obligor-dan-debitur-blbi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/09\/22\/djkn-kemenkeu-lanjutkan-penagihan-utang-obligor-dan-debitur-blbi\/","title":{"rendered":"DJKN Kemenkeu Lanjutkan Penagihan Utang Obligor dan Debitur BLBI"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                                <!-- News Part 2 --><br \/>\n                                <br \/>Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, penanganan penagihan tersebut kini dilanjutkan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu melalui Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN).<\/p>\n<p>                                <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                                \u201cSatgas BLBI memang selesai di akhir tahun 2024, dan secara tata kelola pemerintahan, itu dilanjutkan oleh Kementerian Keuangan. Di Kementerian Keuangan itu, di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), ada yang namanya Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN). Ini bertanggung jawab atas penagihan seluruh kewajiban yang masih terutang kepada negara (piutang),\u201d kata Suahasil usai menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 22 September 2026.<\/p>\n<p>Suahasil menegaskan pemerintah tidak membentuk kembali Satgas BLBI. Penagihan tetap dilakukan dengan mekanisme yang berada di bawah Kemenkeu, dengan landasan PP Nomor 4 Tahun 2024.<br \/><!-- Ads: News Content B --><\/p>\n<p>                                <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                                <br \/>\u201cKita bekerja terus dengan konstruksi Kemenkeu yang ada, di DJKN. Kita berharap kewajiban-kewajiban ini akan terus kita kejar, dan kemudian kita gunakan pengembaliannya untuk kemaslahatan masyarakat kita melalui APBN,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Untuk mengejar kewajiban tersebut, Suahasil mengatakan pemerintah menempuh berbagai bentuk penagihan aktif seperti penyitaan hingga penandaan aset dengan melibatkan aparat penegak hukum dan lembaga terkait lainnya.<\/p>\n<p>\u201cJadi kita lakukan secara aktif dengan seluruh lembaga,\u201d kata Menkeu.<\/p>\n<p>Pemerintah telah menuntaskan pembayaran utang obligasi sebesar Rp218,3 triliun kepada BI yang diterbitkan dalam rangka penanganan krisis ekonomi dan perbankan 1997-1998.<\/p>\n<p>Pelunasan utang tersebut dilakukan pada 24 Agustus 2026 melalui APBN, dengan memanfaatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari surplus BI.<\/p>\n<p>Suahasil sebelumnya menegaskan pelunasan utang obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Bank Indonesia (BI) tidak mengurangi hak tagih negara terhadap para obligor maupun debitur BLBI.<\/p>\n<p>Pemerintah disebut memiliki hak tagih terhadap debitur yang tercatat sebagai nasabah bank yang pernah menerima BLBI atau menjalani rekapitalisasi, kemudian bank tersebut diambil alih pemerintah.<img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/bisnis\/read\/2026\/09\/22\/722559\/djkn-kemenkeu-lanjutkan-penagihan-utang-obligor-dan-debitur-blbi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, penanganan penagihan tersebut kini dilanjutkan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu melalui Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN). \u201cSatgas BLBI memang selesai di akhir tahun 2024, dan secara tata kelola pemerintahan, itu dilanjutkan oleh Kementerian Keuangan. Di Kementerian Keuangan itu, di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), ada yang namanya Panitia Urusan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":20764,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,6,2],"tags":[],"class_list":["post-20763","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news","category-politics"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20763","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20763"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20763\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20764"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20763"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20763"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20763"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}