{"id":20875,"date":"2026-09-23T19:49:54","date_gmt":"2026-09-23T12:49:54","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/09\/23\/apakah-air-hujan-buatan-hasil-modifikasi-cuaca-berbahaya-cek-faktanya\/"},"modified":"2026-09-23T19:49:54","modified_gmt":"2026-09-23T12:49:54","slug":"apakah-air-hujan-buatan-hasil-modifikasi-cuaca-berbahaya-cek-faktanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/09\/23\/apakah-air-hujan-buatan-hasil-modifikasi-cuaca-berbahaya-cek-faktanya\/","title":{"rendered":"Apakah Air Hujan Buatan Hasil Modifikasi Cuaca Berbahaya? Cek Faktanya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                                <!-- News Part 2 --><br \/>\n                                <br \/>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa narasi tersebut tidak benar. Melansir laman resmi BMKG Kalimantan Barat, Operasi Modifikasi Cuaca telah melalui berbagai kajian ilmiah dan terbukti tidak menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan.<\/p>\n<p>                                <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                                &#8220;Bahan semai yang umum digunakan dalam OMC adalah natrium klorida (NaCl), kalium klorida (KCl), dan kapur tohor,&#8221; demikian keterangan BMKG.<\/p>\n<p>NaCl digunakan untuk membantu pembentukan dan pertumbuhan butir air di dalam awan. Bahan tersebut pada dasarnya sama dengan garam dapur, meskipun memiliki perbedaan pada tingkat kemurnian dan ukuran partikelnya.<br \/><!-- Ads: News Content B --><\/p>\n<p>                                <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                                <br \/>Keamanan dan efektivitas bahan-bahan tersebut juga telah diuji dalam berbagai pelaksanaan OMC di Indonesia. Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan untuk membantu penanggulangan bencana hidrometeorologi, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga meningkatkan cadangan air di bendungan.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil evaluasi, penggunaan bahan semai dalam OMC tidak terbukti menurunkan kualitas air hujan. Dengan demikian, anggapan bahwa air hujan menjadi berbahaya karena mengandung sisa bahan OMC merupakan informasi keliru.<\/p>\n<p>Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa kualitas air hujan tetap dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di wilayah tempat hujan turun. Hal ini perlu menjadi perhatian, terutama ketika terjadi pencemaran udara akibat karhutla.<\/p>\n<p>Saat karhutla terjadi, atmosfer dapat dipenuhi berbagai polutan dari hasil pembakaran, seperti debu, asap, jelaga, dan partikulat halus. Polutan tersebut dapat terbawa turun bersama tetesan air hujan.<\/p>\n<p>Kondisi ini terutama perlu diperhatikan pada hujan pertama setelah periode udara tercemar. Karena itu, apabila terjadi penurunan kualitas air hujan, penyebabnya lebih berkaitan dengan polusi di atmosfer dan bukan akibat sisa bahan yang digunakan dalam OMC.<\/p>\n<p>BMKG mengimbau masyarakat untuk mengendapkan dan menyaring air hujan terlebih dahulu sebelum digunakan, terutama jika air tersebut akan dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.<img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/nusantara\/read\/2026\/09\/23\/722701\/apakah-air-hujan-buatan-hasil-modifikasi-cuaca-berbahaya-cek-faktanya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa narasi tersebut tidak benar. Melansir laman resmi BMKG Kalimantan Barat, Operasi Modifikasi Cuaca telah melalui berbagai kajian ilmiah dan terbukti tidak menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan. &#8220;Bahan semai yang umum digunakan dalam OMC adalah natrium klorida (NaCl), kalium klorida (KCl), dan kapur tohor,&#8221; demikian keterangan BMKG. NaCl [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":20876,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-20875","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20875","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20875"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20875\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20876"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20875"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20875"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20875"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}