{"id":21125,"date":"2026-09-27T09:01:52","date_gmt":"2026-09-27T02:01:52","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/09\/27\/dari-anak-buruh-bangunan-jadi-guru-besar-prof-sumarin-gaungkan-jihad-ekonomi-syariah\/"},"modified":"2026-09-27T09:01:52","modified_gmt":"2026-09-27T02:01:52","slug":"dari-anak-buruh-bangunan-jadi-guru-besar-prof-sumarin-gaungkan-jihad-ekonomi-syariah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/09\/27\/dari-anak-buruh-bangunan-jadi-guru-besar-prof-sumarin-gaungkan-jihad-ekonomi-syariah\/","title":{"rendered":"Dari Anak Buruh Bangunan Jadi Guru Besar, Prof Sumar\u2019in Gaungkan Jihad Ekonomi Syariah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>SAMBAS, MEDIA KALBAR \u2013 Perjalanan Prof. Dr. H. Sumar\u2019in Asmawi, M.S.I. menuju jabatan guru besar tidak dimulai dari keluarga berada maupun lingkungan akademik yang mapan. Ia tumbuh di Desa Sekura, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, dari keluarga sederhana yang menempatkan pendidikan sebagai harapan untuk mengubah masa depan.<\/p>\n<p>Kisah tersebut disampaikan Sumar\u2019in dalam orasi ilmiah berjudul \u201cJihad Iqtishadi: Keuangan Syariah sebagai Arsitektur Keadilan Ekonomi\u201d pada pengukuhan guru besar di Aula Ir. H. Burhanuddin, Kampus Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Ahad (27\/9\/2026).<\/p>\n<p>Ayahnya, Asmawi, bekerja sebagai tukang, buruh bangunan, dan petani serta tidak menyelesaikan pendidikan sekolah dasar. Sementara ibunya, Sare\u2019ah, hanya mengenyam pendidikan hingga tingkat SD.<\/p>\n<p>Namun, keterbatasan tersebut tidak memadamkan cita-cita keduanya agar sang anak dapat bersekolah setinggi mungkin.<\/p>\n<p>Sumar\u2019in mengenang pesan ayahnya ketika dirinya berusia sekitar 10 tahun. Sang ayah berharap anak-anaknya dapat menempuh pendidikan yang lebih tinggi dan tidak mengalami nasib yang sama seperti orang tuanya.<\/p>\n<p>Pesan sederhana tersebut menjadi tenaga pendorong bagi Sumar\u2019in untuk terus belajar di tengah keterbatasan ekonomi. Ia pernah berbagi buku dengan teman dan menahan lapar demi membayar biaya fotokopi bahan pelajaran.<\/p>\n<p>\u201cPendidikan bukanlah tujuan akhir. Pendidikan adalah kendaraan untuk mengubah takdir,\u201d kata Sumar\u2019in dalam orasinya.<\/p>\n<p>Menurut dia, pencapaiannya sebagai guru besar bukan hanya buah dari usaha pribadi, tetapi juga hasil perjuangan, dukungan, motivasi, dan doa banyak pihak, terutama kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia.<\/p>\n<p>Keuangan Syariah Bukan Sekadar Bank Tanpa Bunga<\/p>\n<p>Dari kisah perjalanan hidup tersebut, Sumar\u2019in kemudian membawa hadirin pada persoalan yang lebih besar, yakni ketimpangan ekonomi.<\/p>\n<p>Ia menilai sistem ekonomi global masih memperlihatkan jurang yang lebar antara kelompok kaya dan masyarakat yang berjuang memenuhi kebutuhan dasar.<\/p>\n<p>Dalam orasinya, ia menyoroti berbagai data mengenai konsentrasi kekayaan, kemiskinan, dan ketimpangan simpanan perbankan.<\/p>\n<p>Menurut Sumar\u2019in, pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang terkendali belum otomatis mencerminkan keadilan apabila kekayaan masih menumpuk pada segelintir orang.<\/p>\n<p>Karena itu, ia menegaskan bahwa ekonomi syariah tidak boleh dipahami sebatas sistem perbankan tanpa bunga. Ekonomi syariah harus berlandaskan tauhid, akhlak, kemanusiaan, keseimbangan, dan keberpihakan terhadap keadilan distribusi.<\/p>\n<p>\u201cIa bukan hanya menolak riba, tetapi menolak setiap bentuk kezaliman ekonomi, spekulasi, perjudian, eksploitasi, dan ketidakadilan distribusi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Konsep Jihad Iqtishadi yang diangkat Sumar\u2019in merujuk pada perjuangan di bidang ekonomi, bukan perang bersenjata. Perjuangan tersebut diarahkan untuk melawan kemiskinan, ketimpangan, dan penindasan finansial melalui sistem yang adil serta mengutamakan kemaslahatan masyarakat.<\/p>\n<p>Dalam kerangka tersebut, sistem bagi hasil melalui skema mudharabah dan musyarakah dinilai penting karena memungkinkan pemilik modal dan pelaku usaha berbagi keuntungan sekaligus risiko secara lebih adil.<\/p>\n<p>Zakat dan Wakaf Harus Menjadi Kekuatan Ekonomi<\/p>\n<p>Sumar\u2019in menawarkan dua arah besar untuk memperkuat keadilan ekonomi melalui keuangan syariah.<\/p>\n<p>Untuk jangka pendek, ia mendorong zakat tidak berhenti sebagai ibadah individual, tetapi dikelola sebagai instrumen sosial-ekonomi yang terintegrasi dengan kebijakan negara.<\/p>\n<p>Dalam naskah orasinya, potensi zakat Indonesia disebut mencapai Rp327 triliun per tahun. Namun, dana yang berhasil dihimpun baru sekitar 10 persen.<\/p>\n<p>Ia mengusulkan penguatan digitalisasi zakat yang terhubung dengan data kependudukan, penyaluran yang tepat kepada delapan golongan penerima atau asnaf, serta penguatan kedudukan zakat dalam perhitungan pajak.<\/p>\n<p>Selain itu, bank syariah didorong memperluas qardhul hasan, yakni pembiayaan tanpa bunga dan tanpa agunan, bagi pelaku usaha ultra-mikro yang selama ini sulit memperoleh akses permodalan dari lembaga keuangan.<\/p>\n<p>Untuk jangka panjang, Sumar\u2019in menekankan pentingnya pengelolaan wakaf produktif secara profesional, transparan, dan berorientasi pada pemberdayaan.<\/p>\n<p>Aset berupa tanah, bangunan, maupun wakaf uang dapat dikembangkan untuk membiayai pendidikan, pelayanan kesehatan, dan inkubasi usaha mikro, kecil, dan menengah.<\/p>\n<p>Menurut perhitungannya, apabila aset wakaf senilai Rp180 triliun dikelola dengan tingkat hasil delapan persen per tahun, tersedia sekitar Rp14,4 triliun setiap tahun untuk membiayai berbagai kebutuhan sosial tanpa bergantung pada utang luar negeri.<\/p>\n<p>Ia juga mendorong pembiayaan berbasis bagi hasil menjadi tulang punggung keuangan syariah nasional, menggantikan dominasi pembiayaan berbasis jual beli yang dinilainya belum sepenuhnya mencerminkan semangat berbagi risiko.<\/p>\n<p>Kritik terhadap Lembaga Keuangan Syariah<\/p>\n<p>Meski menawarkan keuangan syariah sebagai jalan keluar, Sumar\u2019in tidak menutup mata terhadap persoalan di dalam industri tersebut.<\/p>\n<p>Ia menilai masih terdapat lembaga keuangan syariah yang lebih mengutamakan bentuk formal daripada tujuan utama syariah atau maqashid syariah.<\/p>\n<p>Menurutnya, tantangan terbesar bukan sekadar membangun bank yang halal secara hukum, melainkan menghadirkan sistem keuangan yang benar-benar membebaskan masyarakat dari ketidakadilan struktural.<\/p>\n<p>\u201cEkonomi syariah tidak boleh menjadi menara gading bagi orang kaya Muslim. Ia harus menjadi jembatan bagi mereka yang tertindas,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Zakat, infak, sedekah, dan wakaf, lanjut dia, tidak boleh diperlakukan hanya sebagai ritual. Seluruh instrumen tersebut harus menjadi mekanisme distribusi kekayaan agar tidak ada masyarakat yang kelaparan di tengah kelimpahan.<\/p>\n<p>Tiga Komitmen sebagai Guru Besar<\/p>\n<p>Dalam pengukuhan tersebut, Sumar\u2019in menyampaikan tiga komitmennya sebagai guru besar bidang keuangan syariah.<\/p>\n<p>Pertama, ia akan terus meneliti dan mengampanyekan praktik keuangan syariah yang adil, memperkuat zakat dan wakaf sebagai fondasi ekonomi umat, serta mengingatkan masyarakat agar menjauhi praktik yang merusak perekonomian.<\/p>\n<p>Kedua, ia berkomitmen membangun literasi keuangan syariah tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di pasar, masjid, dan pelosok daerah.<\/p>\n<p>Ketiga, ia ingin mendidik generasi penerus agar tidak hanya menjadi sarjana syariah yang cerdas, tetapi juga menjadi pejuang keadilan ekonomi yang berani.<\/p>\n<p>Kepada mahasiswa dan wisudawan, Sumar\u2019in berpesan agar tidak merasa kecil karena keterbatasan. Ilmu pengetahuan, katanya, dapat menjadi kekuatan untuk membuka jalan dan mengubah kehidupan.<\/p>\n<p>Orasi tersebut ditutup dengan rasa terima kasih kepada para guru, pimpinan kampus, rekan sejawat, keluarga, serta kedua orang tuanya.<\/p>\n<p>Bagi Sumar\u2019in, jabatan akademik bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah untuk memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cDi akhirat nanti, yang ditanya bukan berapa jurnal yang kita tulis, tetapi berapa kehidupan yang kita ubah,\u201d tutupnya. (Rai)<\/p>\n<p> <!-- AI CONTENT END 2 --><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediakalbarnews.com\/dari-anak-buruh-bangunan-jadi-guru-besar-prof-sumarin-gaungkan-jihad-ekonomi-syariah\/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dari-anak-buruh-bangunan-jadi-guru-besar-prof-sumarin-gaungkan-jihad-ekonomi-syariah\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMBAS, MEDIA KALBAR \u2013 Perjalanan Prof. Dr. H. Sumar\u2019in Asmawi, M.S.I. menuju jabatan guru besar tidak dimulai dari keluarga berada maupun lingkungan akademik yang mapan. Ia tumbuh di Desa Sekura, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, dari keluarga sederhana yang menempatkan pendidikan sebagai harapan untuk mengubah masa depan. Kisah tersebut disampaikan Sumar\u2019in dalam orasi ilmiah berjudul [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":21126,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-21125","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21125","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21125"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21125\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21126"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21125"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21125"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21125"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}