{"id":21355,"date":"2026-10-01T03:23:07","date_gmt":"2026-09-30T20:23:07","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/10\/01\/begini-formula-upah-ala-apindo-agar-industri-padat-karya-tidak-tertekan\/"},"modified":"2026-10-01T03:23:07","modified_gmt":"2026-09-30T20:23:07","slug":"begini-formula-upah-ala-apindo-agar-industri-padat-karya-tidak-tertekan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/10\/01\/begini-formula-upah-ala-apindo-agar-industri-padat-karya-tidak-tertekan\/","title":{"rendered":"Begini Formula Upah Ala Apindo agar Industri Padat Karya Tidak Tertekan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                                <!-- News Part 2 --><br \/>\n                                <br \/>Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam mengatakan besaran indeks alfa perlu mempertimbangkan sejauh mana upah yang berlaku telah memenuhi Kebutuhan Hidup Layak (KHL).<\/p>\n<p>                                <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                                &#8220;Kalau KHL-nya sudah dipenuhi, alfanya jangan terlalu besar, tapi kalau KHL-nya masih jauh, alfanya bisa lebih baik,&#8221; ujar Bob kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 30 September 2026.\u00a0<\/p>\n<p>Menurutnya, penetapan indeks alfa yang terlalu tinggi dan seragam berpotensi menekan kemampuan perusahaan dalam membayar upah. Kondisi tersebut terutama menjadi perhatian bagi industri padat karya yang memiliki kemampuan finansial lebih terbatas.<br \/><!-- Ads: News Content B --><\/p>\n<p>                                <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                                <br \/>&#8220;Padat karya itu hanya mampu 0,1 sampai 0,3, lebih dari itu padat karya tutup aja,&#8221; tegas Bob.<\/p>\n<p>Bob menilai sistem pengupahan tetap harus memberikan kepastian bagi pekerja, dunia usaha, dan investor. Karena itu, formula pengupahan perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing sektor.<\/p>\n<p>&#8220;Kita harus membuat satu sistem yang memberikan kepastian bagi buruh, dunia usaha, sekaligus investor,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Selain formula upah minimum, Apindo mendorong penguatan pelatihan kerja untuk meningkatkan keterampilan dan sertifikasi kompetensi pekerja.<\/p>\n<p>Menurut Bob, peningkatan kesejahteraan pekerja tidak cukup hanya mengandalkan kenaikan upah minimum atau pesangon.<\/p>\n<p>&#8220;Kesejahteraan itu diraih dengan peningkatan keterampilan dan keahliannya, bukan dengan UMP minimum atau pesangon,&#8221; pungkasnya.<img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/bisnis\/read\/2026\/10\/01\/723501\/begini-formula-upah-ala-apindo-agar-industri-padat-karya-tidak-tertekan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam mengatakan besaran indeks alfa perlu mempertimbangkan sejauh mana upah yang berlaku telah memenuhi Kebutuhan Hidup Layak (KHL). &#8220;Kalau KHL-nya sudah dipenuhi, alfanya jangan terlalu besar, tapi kalau KHL-nya masih jauh, alfanya bisa lebih baik,&#8221; ujar Bob kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 30 September 2026.\u00a0 Menurutnya, penetapan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":21356,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-21355","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21355","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21355"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21355\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21356"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21355"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21355"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21355"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}