{"id":21510,"date":"2026-10-03T12:27:12","date_gmt":"2026-10-03T05:27:12","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/10\/03\/tak-cukup-jadi-budaya-pencak-silat-didorong-jadi-olahraga-dunia\/"},"modified":"2026-10-03T12:27:12","modified_gmt":"2026-10-03T05:27:12","slug":"tak-cukup-jadi-budaya-pencak-silat-didorong-jadi-olahraga-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/10\/03\/tak-cukup-jadi-budaya-pencak-silat-didorong-jadi-olahraga-dunia\/","title":{"rendered":"Tak Cukup Jadi Budaya, Pencak Silat Didorong jadi Olahraga Dunia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                                <!-- News Part 2 --><br \/>\n                                <br \/>Gagasan tersebut dibahas Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa sekaligus Wakil Ketua Umum PB IPSI, Muchamad Nabil Haroen atau Gus Nabil, saat bertemu Konsul Jenderal RI di Hong Kong, Andi Ardiansyah, Jumat 2 Oktober 2026.<\/p>\n<p>                                <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                                Pertemuan di Kantor KJRI Hong Kong itu turut membahas pembinaan Pekerja Migran Indonesia (PMI), diplomasi budaya, pelibatan masyarakat lokal, serta visi Pencak Silat Road to Olympics.<\/p>\n<p>\u201cLangkah strategis kita berikutnya adalah mentransformasi apresiasi budaya ini menjadi institusionalisasi olahraga, yaitu dengan menginisiasi pembentukan Federasi Pencak Silat Hong Kong serta melatih warga lokal,\u201d kata Gus Nabil, dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu 3 Oktober 2026.<br \/><!-- Ads: News Content B --><\/p>\n<p>                                <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                                <br \/>\u201cIni adalah bagian terintegrasi dari peta jalan global PB IPSI menuju Pencak Silat Road to Olympics,\u201d sambungnya.<\/p>\n<p>Menurut Gus Nabil, internasionalisasi pencak silat tidak cukup hanya dengan membangun komunitas yang beranggotakan orang Indonesia. Masyarakat lokal juga perlu dilibatkan hingga menjadi praktisi, pelatih, atlet, dan pengurus organisasi.<\/p>\n<p>\u201cKita ingin bukan hanya orang Indonesia yang berlatih pencak silat di luar negeri. Kita ingin warga lokal ikut belajar, menjadi pelatih, menjadi atlet, dan pada akhirnya ikut membangun organisasinya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, perjalanan menuju Olimpiade membutuhkan ekosistem yang lebih luas, bukan sekadar kegiatan atau pertunjukan.<\/p>\n<p>\u201cKalau ingin menuju Olimpiade, ekosistem globalnya harus kita bangun. Tidak cukup menggelar acara. Harus ada organisasi, pelatih, atlet, kompetisi, dan regenerasi di berbagai negara,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Di Hong Kong, Pagar Nusa telah memiliki PCI yang menaungi dua Pengurus Anak Cabang (PAC). Kegiatan latihan rutin digelar pada hari libur kerja, antara lain di Victoria Park dan dua lokasi lainnya. Mayoritas kader merupakan PMI.<\/p>\n<p>\u201cKehadiran Pagar Nusa dan IPSI di Hong Kong bukan sekadar wadah pembinaan karakter bagi sahabat-sahabat Pekerja Migran Indonesia di hari libur mereka, melainkan instrumen aktif soft-power diplomacy Indonesia di panggung internasional,\u201d ujar Gus Nabil.<\/p>\n<p>Peran tersebut juga terlihat dari keterlibatan Pagar Nusa dalam Hong Kong Flower Show di Victoria Park selama tiga tahun berturut-turut. Seni Wiraloka, Koreografi Salam Pagar Nusa, dan jurus gabungan dengan iringan musik Nusantara menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya Indonesia.<\/p>\n<p><b>KJRI Hong Kong Dukung Langkah Pencak Silat<br \/><\/b><br \/>\u201cKJRI Hong Kong memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi dan peran aktif Pagar Nusa sebagai mitra perwakilan RI. Pagar Nusa tidak hanya menjadi pilar penting dalam pembinaan keanggotaan dan pengayoman kawan-kawan Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar tetap tertib dan berkegiatan positif, tetapi juga menjadi etalase diplomasi budaya Indonesia di Hong Kong,\u201d kata Andi.<\/p>\n<p>\u201cDukungan konsisten Pagar Nusa dalam berbagai agenda bergengsi, khususnya Hong Kong Flower Show selama tiga kali berturut-turut\u2014telah memperkuat pencitraan positif bangsa di mata publik internasional dan otoritas lokal,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cKJRI Hong Kong berkomitmen penuh untuk memfasilitasi dan mengawal langkah-langkah PB IPSI dan PP Pagar Nusa, dalam inisiasi pembentukan Federasi Pencak Silat Hong Kong serta dalam menyukseskan visi besar Pencak Silat Road to Olympics,\u201d lanjut Andi.<\/p>\n<p>Pertemuan pada 2 Oktober juga bertepatan dengan Hari Batik Nasional. Gus Nabil menyerahkan kain batik khas Solo kepada Andi Ardiansyah, disertai plakat Pagar Nusa sebagai cenderamata.<\/p>\n<p>\u201cPada Hari Batik Nasional, kita menyerahkan batik di Hong Kong sekaligus berbicara tentang masa depan pencak silat dunia,\u201d kata Gus Nabil.<\/p>\n<p>\u201cBatik dan pencak silat adalah kekayaan bangsa. Keduanya memiliki bahasa universal yang bisa menjadi jembatan Indonesia dengan masyarakat dunia,\u201d sambungnya.<\/p>\n<p>Agenda internasionalisasi pencak silat ini sebelumnya juga dibawa Gus Nabil dan jajaran Pagar Nusa ke Taiwan. Pendekatan yang didorong sama, yakni memperluas keterlibatan masyarakat lokal dan mendorong lahirnya figur lokal dalam penguatan kelembagaan pencak silat.<\/p>\n<p>Komunikasi dengan PCI Pagar Nusa Hong Kong dan KJRI Hong Kong akan dilanjutkan untuk mengembangkan pencak silat sekaligus menjajaki pembentukan federasi.<\/p>\n<p>\u201cPencak silat lahir dari Indonesia. Tetapi kalau kita ingin ia menjadi olahraga dunia, kita harus membuat semakin banyak masyarakat dunia berlatih, bertanding dan membangun pencak silat di tempat mereka sendiri,\u201d pungkas Gus Nabil. <b><img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/b><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/olahraga\/read\/2026\/10\/03\/723778\/tak-cukup-jadi-budaya-pencak-silat-didorong-jadi-olahraga-dunia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gagasan tersebut dibahas Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa sekaligus Wakil Ketua Umum PB IPSI, Muchamad Nabil Haroen atau Gus Nabil, saat bertemu Konsul Jenderal RI di Hong Kong, Andi Ardiansyah, Jumat 2 Oktober 2026. Pertemuan di Kantor KJRI Hong Kong itu turut membahas pembinaan Pekerja Migran Indonesia (PMI), diplomasi budaya, pelibatan masyarakat lokal, serta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":21511,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-21510","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21510","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21510"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21510\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21511"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21510"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21510"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21510"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}