{"id":21671,"date":"2026-10-05T21:33:07","date_gmt":"2026-10-05T14:33:07","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/10\/05\/pkb-buka-opsi-dukung-parliamentary-threshold-5-atau-6-persen\/"},"modified":"2026-10-05T21:33:07","modified_gmt":"2026-10-05T14:33:07","slug":"pkb-buka-opsi-dukung-parliamentary-threshold-5-atau-6-persen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/10\/05\/pkb-buka-opsi-dukung-parliamentary-threshold-5-atau-6-persen\/","title":{"rendered":"PKB Buka Opsi Dukung Parliamentary Threshold 5 atau 6 Persen"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                                <!-- News Part 2 --><br \/>\n                                <br \/>Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKB, Muhammad Khozin, mengatakan partainya masih mengkaji besaran parliamentary threshold yang akan diusulkan. PKB belum menetapkan angka yang menjadi sikap resmi partai.<\/p>\n<p>                                <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                                &#8220;Kalau 5 persen bagus. 6 persen, ya juga bagus,&#8221; kata Khozin kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senin, 5 Oktober 2026.\u00a0<\/p>\n<p>Menurutnya, penentuan besaran ambang batas parlemen akan terus berkembang seiring proses revisi UU Pemilu. PKB juga membuka ruang untuk menerima masukan dari masyarakat sipil.<br \/><!-- Ads: News Content B --><\/p>\n<p>                                <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                                <br \/>&#8220;Putusannya nanti resminya ini sudah bergulir panjang. Di panjang itulah nanti diskursusnya akan muncul. Sekaligus kita juga ingin banyak mendapatkan masukan dari masyarakat sipil untuk memenuhi prinsip meaningful public participation,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Khozin menjelaskan, pembahasan angka parliamentary threshold tidak dapat dilepaskan dari tujuan revisi UU Pemilu, terutama penguatan sistem presidensial dan peningkatan keterwakilan suara pemilih.<\/p>\n<p>&#8220;Putusan MK itu menekankan dua hal. Tidak boleh terlalu banyak suara yang terbuang. Sama yang kedua penyederhanaan partai politik melalui penguatan sistem presidensial,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Karena itu, opsi kenaikan ambang batas dari 4 persen menjadi 5 persen maupun 6 persen masih dianggap sesuai untuk dibahas.<\/p>\n<p>&#8220;Jika kembali kepada sana, usulan-usulan yang berkembang, kenaikan dari PT yang lalu 4 persen menjadi 5 persen atau 6 persen itu sama-sama relevan. Tinggal argumentasinya nanti seperti apa,&#8221; lanjut Khozin.<\/p>\n<p>Dalam Putusan MK Nomor 116\/PUU-XXI\/2023, Mahkamah menyatakan ketentuan parliamentary threshold 4 persen untuk Pemilu 2024 tetap berlaku, tetapi bersyarat untuk Pemilu 2029 dan pemilu berikutnya.<\/p>\n<p>MK meminta perubahan terhadap norma dan besaran ambang batas dengan mempertimbangkan proporsionalitas hasil pemilu, pencegahan banyaknya suara yang tidak terkonversi menjadi kursi, serta penyederhanaan partai politik.<img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/politik\/read\/2026\/10\/05\/723985\/pkb-buka-opsi-dukung-parliamentary-threshold-5-atau-6-persen\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKB, Muhammad Khozin, mengatakan partainya masih mengkaji besaran parliamentary threshold yang akan diusulkan. PKB belum menetapkan angka yang menjadi sikap resmi partai. &#8220;Kalau 5 persen bagus. 6 persen, ya juga bagus,&#8221; kata Khozin kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senin, 5 Oktober 2026.\u00a0 Menurutnya, penentuan besaran ambang batas parlemen akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":21672,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-21671","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21671","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21671"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21671\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21672"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21671"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21671"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21671"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}