{"id":22182,"date":"2026-10-13T05:49:02","date_gmt":"2026-10-12T22:49:02","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/10\/13\/keteladanan-dan-integritas-pemimpin\/"},"modified":"2026-10-13T05:49:02","modified_gmt":"2026-10-12T22:49:02","slug":"keteladanan-dan-integritas-pemimpin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/10\/13\/keteladanan-dan-integritas-pemimpin\/","title":{"rendered":"Keteladanan dan Integritas Pemimpin"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                                <!-- News Part 2 --><br \/>\n                                <br \/>Ini sangat penting karena terkait dengan keselarasan antara perkataan, tindakan dalam bingkai moral yang baik. Ketika apa yang dikatakan itu berbeda dengan perbuatan atau tidak tertutup kemungkinan menyangkal apa yang pernah dia katakan, itu merupakan cerminan pemimpin labil dan hanya melihat satu hal secara sederhana.\u00a0<\/p>\n<p>                                <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                                Tidak pernah mempertimbangkan pelbagai faktor sebelum dia mengatakan sesuatu. Ini sangat riskan dan cenderung berubah ubah dalam penyelenggaraan pemerintahan, sehingga tidak dapat diukur tingkat keberhasilannya.<\/p>\n<p>Seorang pemimpin yang baik bila semua yang dia ucapkan itu terukur, tepat sasaran dan memberi kejelasan kepada rakyat akan sesuatu tindakan yang dia akan ambil dan putuskan. Tidak bisa sembarang dan serampangan dalam mengeluarkan pernyataan, karena itu akan memberi dampak luas, tidak hanya internal pemerintahan, tetapi juga pelaku usaha, kedua, kejujuran dan keterbukaan.\u00a0<br \/><!-- Ads: News Content B --><\/p>\n<p>                                <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                                <br \/>Esensi manusia bermartabat jika senantiasa berperilaku jujur dan terbuka. Jujur dalam perspektif pemerintahan bermakna sikap atau perilaku yang menunjukkan keterbukaan, integritas, dan ketulusan dari para penyelenggara negara dalam menjalankan tugas serta kewajibannya sesuai dengan fakta dan aturan yang berlaku.<\/p>\n<p>Oleh karena itu kejujuran dan keterbukaan sedapat mungkin menjadi komitmen setiap penyelenggara negara terutama para pemimpin di semua tingkat, ketiga, pemenuhan akan janji janjinya. Pemimpin, apalagi yang dipilih oleh rakyat, harus senantiasa menjaga amanah rakyat. Memenuhi harapan rakyat atas apa yang telah dijanjikan.\u00a0<\/p>\n<p>Ini hal yang krusial, di mana kerap kali kita menyaksikan adanya pemimpin yang tidak memenuhi janji janji kampanyenya ketika ingin menarik hasrat rakyat untuk memilih melalui mekanisme pemilihan umum. Dengan dalih bahwa toh itu tidak ada konsekuensi hukum yang akan menjeratnya.\u00a0<\/p>\n<p>Padahal perlu diketahui kebohongan adalah cacat moral yang melebihi daripada sanksi hukuman fisik. Dan, tentu saja, jika pemimpin masih punya rasa malu. Atau memenuhi janji tapi tidak sesuai dengan harapan rakyat, bahkan menjadikan janji yang dia laksanakan sebagai bancakan korupsi oleh para pelaksananya, keempat, seyogyanya menjadi teladan. Pemimpin yang baik selalu mawas diri, waspada dan menilai dirinya sebelum dapat diukur orang lain.\u00a0<\/p>\n<p>Pemimpin bisa menjadi teladan yang baik bagi rakyatnya. Selalu memperhitungkan apa saja yang dia lakukan dan katakan. Oleh karena, ketika dia salah melangkah, maka akan memengaruhi semua aspek kepemimpinannya.\u00a0<\/p>\n<p>Maka, integritas merupakan fondasi yang kokoh agar senantiasa dapat menjalankan roda pemerintahan secara terencana, merapikan manajemen, evaluatif dan mengelola berbagai masukan untuk penyempurnaan penyelenggaraan pemerintahannya. Bila integritas itu menjadi acuan utama dan bekal untuk masuk dalam tatanan pemerintahan, kesuksesan akan mudah diraih, pada saat yang sama, orang orang yang mendukung dan melaksanakan pelbagai program dan kebijakan memiliki komitmen yang sama dengan pemimpinnya.\u00a0<\/p>\n<p>Sebaliknya, jika pemimpinnya yang justru tidak memiliki integritas yang cukup mumpuni, yakinlah pintu kegagalan terbuka lebar. Tidak perlu menunggu waktu lama untuk memprediksinya, tetapi apa yang sudah terlihat dari apa yang dikerjakannya dapat menjadi petunjuk untuk melakukan penilaian atau bahkan sampai pada konklusi.\u00a0<\/p>\n<p>Bahwa pemimpin itu merupakan faktor penentu untuk melihat bagaimana perikehidupan rakyatnya. Tidak terlalu rumit untuk menilai suatu bangsa, hanya dengan melihat bagaimana pemimpin itu menyelenggarakan pemerintahannya. Pemerintahan merupakan pengejawantahan kesepakatan rakyat untuk bersama sama mengelola negara. Ketika pemerintahannya amburadul, maka itu cerminan kondisi rakyatnya.\u00a0<\/p>\n<p>Rakyat yang memiliki peradaban baik, senantiasa menggantungkan harapannya kepada pemerintahan yang dia pilih. Namun, tatkala pemimpin pemerintahannya justru menunjukkan kinerja buruk, maka rakyat akan marah dan kecewa. Karena rakyat sebagai sumber dan obyek pajak yang membuat pemerintahan itu bisa berjalan. Betapa amarah rakyat akan menjadi kulminasi kekecewaan kepada pemimpinnya yang tidak bersungguh sungguh menyelenggarakan pemerintahan sebagaimana seharusnya.\u00a0<\/p>\n<p>Kata kuncinya, jangan pernah berusaha menjadi pemimpin jika tidak memiliki kriteria integritas seperti telah diuraikan di atas, karena boleh jadi pemimpin yang tidak berintegritas akan menjadi pemicu kehancuran suatu bangsa. Bangsa itu bisa pailit atas beban utang yang menumpuk akibat kebijakan yang salah, seiring dengan itu rakyat telah merasa disia siakan oleh pemimpin yang tidak memiliki moralitas kepemimpinan yang baik. <img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/>\u00a0<\/p>\n<p><b>Ridha Rasyid<br \/><\/b><i>Pemerhati Masalah Sosial dan Politik\u00a0<br \/><\/i><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/publika\/read\/2026\/10\/13\/724759\/keteladanan-dan-integritas-pemimpin\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ini sangat penting karena terkait dengan keselarasan antara perkataan, tindakan dalam bingkai moral yang baik. Ketika apa yang dikatakan itu berbeda dengan perbuatan atau tidak tertutup kemungkinan menyangkal apa yang pernah dia katakan, itu merupakan cerminan pemimpin labil dan hanya melihat satu hal secara sederhana.\u00a0 Tidak pernah mempertimbangkan pelbagai faktor sebelum dia mengatakan sesuatu. Ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":22183,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-22182","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22182","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22182"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22182\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22183"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}