{"id":22188,"date":"2026-10-13T07:51:41","date_gmt":"2026-10-13T00:51:41","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/10\/13\/republik-konoha-dan-krisis-ketiga\/"},"modified":"2026-10-13T07:51:41","modified_gmt":"2026-10-13T00:51:41","slug":"republik-konoha-dan-krisis-ketiga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/10\/13\/republik-konoha-dan-krisis-ketiga\/","title":{"rendered":"Republik Konoha dan Krisis Ketiga"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                                <!-- News Part 2 --><br \/>\n                                <br \/>Sekarang ini Indonesia bukan rahasia umum, terjerumus kembali ke Feodalisme. KKN nampaknya sebagai &#8220;roh&#8221; sistem feodal.<\/p>\n<p>                                <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                                Sejarah Indonesia telah menunjukkan kepada kita bahwa feodalisme, sistem patron-klien, dan kronisme melahirkan korupsi dan keterbelakangan. Kepercayaan dan praktik ini telah berlanjut.<\/p>\n<p>Feodalisme di Indonesia memiliki akar sejarah yang dapat ditelusuri kembali ke era kerajaan Nusantara. Secara istilah, feodalisme tidak berasal dari masyarakat lokal.<br \/><!-- Ads: News Content B --><\/p>\n<p>                                <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                                <br \/>Konsep Feodalisme Budaya ini bertahan bahkan setelah Indonesia merdeka dan tetap terlihat dalam politik dan birokrasi kontemporer, di mana kekuasaan sering kali diremehkan.<\/p>\n<p><b>Pragmatisme vs Moral<br \/><\/b><br \/>Dark triad adalah istilah dalam psikologi yang merujuk pada tiga gabungan sifat kepribadian manusia yang bernuansa negatif, yaitu narsisme, psikopati, dan Machiavellianisme.<\/p>\n<p>Ketiga sifat ini dianggap &#8220;gelap&#8221; karena cenderung melibatkan manipulasi, kurangnya rasa empati, egoisme, serta perilaku yang merugikan hubungan sosial.<\/p>\n<p>Konsep ini bukanlah sebuah diagnosis gangguan mental klinis, melainkan spektrum kepribadian yang dapat dimiliki setiap orang dalam kadar yang berbeda-beda.<\/p>\n<p>Merebaknya virus kekuasaan feodalisme membuat pribadi demi pribadi menjadi tamak, rakus, dan rusaknya\u00a0 kepribadian.<\/p>\n<p>Machiavelli, memberi penjelasan bahwa kedudukan pragmatisme\u00a0 berada diatas moral, &#8220;Jika keadilan benar-benar ada, penjara akan dipenuhi oleh politisi, bukan orang miskin&#8221;\u00a0<\/p>\n<p><b>Tiada Hari Tanpa Skandal<br \/><\/b><br \/>Keprihatinan kita melihat realitas hampir acapkali berulang kembali yakni kasus KKN dari &#8216;satu skandal ke skandal&#8217; yang lain, hampir setiap hari menjadi berita besar.\u00a0<\/p>\n<p>Kita telah melihat orang berpendidikan tinggi, akademisi, profesional, bahkan tokoh agama, yang ketika masuk ke dalam sistem yang buruk tetap dapat terseret.\u00a0<\/p>\n<p>Orang baik pun dapat terjebak dalam sistem yang buruk. Karena itu, yang harus diperbaiki bukan hanya orangnya, tetapi juga sistemnya. Diskresi yang Terlalu Lebar.<\/p>\n<p>Sesungguhnya penting kita merenungkan, merasakan, menyimak pesan dari Socrates di bawah ini.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Negara yang gagal menegakkan keadilan bukan lagi sebuah negara melainkan sekedar kumpulan perampok yang terorganisir&#8221;.<\/p>\n<p>Sebuah sinisme dari budayawan, Emha Ainun Najib, &#8220;Rakyat itu selalu siap kehilangan Negara. Jangan dipikir kalau Indonesia bubar Rakyat sedih, Tidak&#8230;.Negara kerjanya cuma Ngerepotin hidup mereka.<\/p>\n<p><b>Menuju Krisis Ketiga?<br \/><\/b><br \/>Dari dua krisis. Rezim Soekarno, pada 1960-an sangat tidak stabil, ditandai inflasi tinggi, krisis pangan, dan perpecahan.<\/p>\n<p>Rezim Soeharto, diawali nilai tukar rupiah merosot tajam terhadap dolar AS sejak tahun 1997. Harga kebutuhan pokok melambung tinggi dan kelangkaan barang terjadi di mana-mana. Banyak perusahaan gulung tikar yang berujung pada lonjakan angka pengangguran.<\/p>\n<p>Sejarah Gelap sudah menjelaskan bahwa\u00a0 kita pernah mengalami masa pahit getirnya, dua krisis ekonomi dan politik.\u00a0<\/p>\n<p>Soal Keadilan &amp; Skandal KKN yang\u00a0 sungguh menyakitkan hati nurani rakyat. Saat ini masyarakat merasa sungguh was-was, gamang, gelisah.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Kaum muda bergerak dan menggambarkan dalam kritik gerakan &#8216;Indonesia Gelap&#8217;, &#8216;Indonesia Bangkrut&#8217;, dan kabar terakhir akan adanya gerakan &#8216;Nestapa Indonesia&#8217;? Dengan demikian timbul pertanyaan apakah akan datang &#8220;Krisis Ketiga&#8221;? <img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<p><i>*Penulis adalah Eksponen Gema 77\/78<br \/><\/i><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/publika\/read\/2026\/10\/13\/724763\/republik-konoha-dan-krisis-ketiga\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekarang ini Indonesia bukan rahasia umum, terjerumus kembali ke Feodalisme. KKN nampaknya sebagai &#8220;roh&#8221; sistem feodal. Sejarah Indonesia telah menunjukkan kepada kita bahwa feodalisme, sistem patron-klien, dan kronisme melahirkan korupsi dan keterbelakangan. Kepercayaan dan praktik ini telah berlanjut. Feodalisme di Indonesia memiliki akar sejarah yang dapat ditelusuri kembali ke era kerajaan Nusantara. Secara istilah, feodalisme [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":22189,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-22188","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22188","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22188"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22188\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22189"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22188"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22188"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22188"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}