{"id":22670,"date":"2026-10-19T20:43:15","date_gmt":"2026-10-19T13:43:15","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/10\/19\/kemenag-luncurkan-lima-pelatihan-daring-untuk-perkuat-kompetensi-santri\/"},"modified":"2026-10-19T20:43:15","modified_gmt":"2026-10-19T13:43:15","slug":"kemenag-luncurkan-lima-pelatihan-daring-untuk-perkuat-kompetensi-santri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/10\/19\/kemenag-luncurkan-lima-pelatihan-daring-untuk-perkuat-kompetensi-santri\/","title":{"rendered":"Kemenag Luncurkan Lima Pelatihan Daring untuk Perkuat Kompetensi Santri"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                                <!-- News Part 2 --><\/p>\n<p>Program ini menjadi bagian dari peringatan Hari Santri 2026 yang mengusung tema \u201cSantri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas\u201d.<br \/>Peluncuran yang digagas Direktorat Jenderal Pesantren tersebut berlangsung di Kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng Barat Nomor 3-4, Jakarta Pusat, Senin, 19 Oktober 2026.<\/p>\n<p>                                <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                                Direktur Jenderal Pesantren, Basnang Said, mengatakan Kemenag berkomitmen mendorong pesantren agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk menghadapi kemajuan teknologi informasi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).<\/p>\n<p>\u201cKemajuan teknologi informasi yang sangat cepat, menjamurnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) harus beradaptasi agar Pesantren bisa menempatkan diri sebagai subjek, bukan objek,\u201d katanya.<br \/><!-- Ads: News Content B --><\/p>\n<p>                                <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                                <br \/>Basnang menegaskan, santri tidak bisa dipandang sebagai kelompok yang tertinggal dalam literasi maupun penguasaan teknologi. Menurutnya, pesantren telah membekali santri dengan keterampilan nonteknis atau soft skill yang menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai perubahan.<\/p>\n<p>\u201cSoft skill santri itu adalah disiplin, mandiri, apa adanya dan tidak neko-neko. Jika jatuh bangkit lagi, makanya santri dapat survive dalam kondisi apapun. Santri bisa survive dalam masalah apapun, karena memang sudah dikuatkan soft skillnya semenjak di Pesantren, termasuk penyesuaian santri di dalam perkembangan teknologi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Terkait pemanfaatan AI, Basnang mengingatkan agar teknologi tersebut ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti peran pendidik dan ulama di lingkungan pesantren.<\/p>\n<p>Menurutnya, proses pendidikan di pesantren tetap bertumpu pada peran kiai, guru, dan ustaz. Teknologi justru dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kegiatan pembelajaran yang telah berjalan.<\/p>\n<p>\u201cJustru sebenarnya AI hanya sebagai alat untuk menguatkan apa yang sudah berlangsung dan berjalan di Pondok Pesantren,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Muhammad Ali Ramdhani, mengatakan kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren kembali membuka ruang pembelajaran MOOC bagi komunitas santri. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari perayaan Hari Santri 2026 yang berakar pada semangat Resolusi Jihad.<\/p>\n<p>Ia menilai, tantangan santri saat ini semakin besar. Selain memperkuat karakter dan pemahaman keagamaan, santri diharapkan mampu menyebarluaskan ilmu serta berkontribusi menjawab kebutuhan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cHari ini mandat yang diberikan oleh negara kepada para santri semakin berat, pada satu dimensi harus memperkokoh pondasinya sebagai orang yang berkarakter keagamaan yang baik, pada dimensi lain dia harus menularkan ilmunya kepada masyarakat, yang pada hari ini, perlu pandangan dan keterlibatan komunitas santri,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ali Ramdhani juga menyoroti rekam jejak alumni pesantren yang telah mengisi berbagai posisi strategis dalam kepemimpinan nasional, mulai dari tingkat lokal hingga pemerintahan pusat.<\/p>\n<p>\u201cPimpinan di lokal saya pastikan itu adalah alumni Pesantren, Ketika kita masuk pada sektor-sektor formal, Kepala Desa, Camat, Bupati, Menteri, Presiden dan Wakil Presiden adalah jabatan yang pernah dipegang oleh alumni-alumni Pesantren,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Direktur Pemberdayaan Pesantren, Yusi Damayanti, menambahkan bahwa MOOC Pintar merupakan salah satu upaya memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan kompetensi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.<\/p>\n<p>\u201cMelalui sistem pembelajaran daring atau Massive Open Online Course (MOOC) Pintar, proses belajar dapat dilaksanakan secara lebih fleksibel, mudah diakses, dan menjangkau peserta dari berbagai wilayah,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Adapun lima program yang disiapkan melalui MOOC Pintar mencakup pelatihan dan sosialisasi untuk mendukung peningkatan kapasitas santri serta pengelolaan pesantren.<\/p>\n<p>Program tersebut meliputi Pelatihan Santri Mahir Artificial Intelligence (AI), Pelatihan Santri Menjadi Content Creator, Sosialisasi Pengelolaan BOS Pesantren, Sosialisasi Manajemen Data E-Ijazah PKPPS, serta Sosialisasi UAN PKPPS.<\/p>\n<p>Program ini merupakan hasil kerja sama Direktorat Jenderal Pesantren dengan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenag.\u00a0<\/p>\n<p>Melalui pembelajaran daring, pelatihan diharapkan dapat menjangkau komunitas pesantren di berbagai daerah sekaligus memperkuat kesiapan santri menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan masa depan.<b> <img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/b><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/nusantara\/read\/2026\/10\/19\/725510\/kemenag-luncurkan-lima-pelatihan-daring-untuk-perkuat-kompetensi-santri\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Program ini menjadi bagian dari peringatan Hari Santri 2026 yang mengusung tema \u201cSantri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas\u201d.Peluncuran yang digagas Direktorat Jenderal Pesantren tersebut berlangsung di Kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng Barat Nomor 3-4, Jakarta Pusat, Senin, 19 Oktober 2026. Direktur Jenderal Pesantren, Basnang Said, mengatakan Kemenag berkomitmen mendorong pesantren agar mampu beradaptasi dengan perkembangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":22671,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-22670","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22670","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22670"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22670\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22671"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22670"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22670"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22670"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}