{"id":22727,"date":"2026-10-20T14:24:39","date_gmt":"2026-10-20T07:24:39","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/10\/20\/ipnu-sambas-soroti-isu-razia-sni-jangan-hanya-pedagang-telusuri-pemasoknya\/"},"modified":"2026-10-20T14:24:39","modified_gmt":"2026-10-20T07:24:39","slug":"ipnu-sambas-soroti-isu-razia-sni-jangan-hanya-pedagang-telusuri-pemasoknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/10\/20\/ipnu-sambas-soroti-isu-razia-sni-jangan-hanya-pedagang-telusuri-pemasoknya\/","title":{"rendered":"IPNU Sambas Soroti Isu Razia SNI: Jangan Hanya Pedagang, Telusuri Pemasoknya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>SAMBAS, MEDIA KALBAR \u2014 Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Sambas, Farhan, mendesak pihak berwenang menelusuri pemasok dan jalur distribusi barang yang diduga tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Ia menilai penindakan tidak akan menyelesaikan persoalan apabila hanya menyasar pedagang di daerah.<\/p>\n<p>Desakan itu disampaikan Farhan menanggapi informasi mengenai bengkel dan toko bangunan di Sambas yang tutup di tengah isu razia SNI. Menurutnya, keadaan tersebut menimbulkan pertanyaan tentang pengawasan barang sebelum sampai ke tangan penjual.<\/p>\n<p>\u201cKita juga harus melihat bagaimana barang tersebut bisa masuk dan sampai di setiap toko,\u201d kata Farhan.<\/p>\n<p>Ia mempertanyakan bagaimana barang yang dipersoalkan dapat melewati rantai distribusi hingga beredar di daerah. Karena itu, pemeriksaan terhadap pedagang harus diikuti penelusuran asal barang, pihak yang memasok, serta proses pengawasannya.<\/p>\n<p>Menurut Farhan, keberadaan barang di toko merupakan bagian akhir dari rantai pasokan. Apabila penanganan berhenti pada penjual, pihak yang menyalurkan barang tersebut berpotensi luput dari pemeriksaan.<\/p>\n<p>\u201cMenurut saya, dengan merazia barang tersebut di penjual daerah bukan merupakan sebuah penyelesaian dan terkesan tumpul ke atas dan tajam ke bawah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Farhan meminta pihak berwenang tidak membatasi pemeriksaan pada bengkel dan toko bangunan. Pihak yang menyalurkan barang hingga sampai ke daerah, menurutnya, juga perlu diselidiki dan dimintai pertanggungjawaban apabila ditemukan pelanggaran.<\/p>\n<p>\u201cPihak-pihak yang menyalurkan barang tersebut sehingga sampai ke daerah juga patut diselidiki dan diminta pertanggungjawabannya,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia menekankan pentingnya pembenahan pengawasan dari hulu hingga hilir. Pengawasan harus mampu memastikan kepatuhan terhadap standar sejak barang masuk ke jalur distribusi, bukan baru dipersoalkan setelah berada di tempat usaha masyarakat.<\/p>\n<p>Farhan juga meminta instansi terkait memperkuat pemeriksaan terhadap barang yang masuk dan beredar di daerah. Ia menginginkan penindakan berjalan menyeluruh agar pasokan barang yang terbukti melanggar ketentuan dapat dihentikan.<\/p>\n<p>\u201cJangan hanya melakukan penindakan di hilirnya saja, namun juga lakukan penindakan di hulunya,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Bagi Farhan, penelusuran pemasok menjadi bagian penting untuk menjawab pertanyaan masyarakat: mengapa barang yang dipersoalkan dapat beredar dan sampai ke toko? (Rai)<\/p>\n<p> <!-- AI CONTENT END 2 --><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediakalbarnews.com\/ipnu-sambas-soroti-isu-razia-sni-jangan-hanya-pedagang-telusuri-pemasoknya\/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ipnu-sambas-soroti-isu-razia-sni-jangan-hanya-pedagang-telusuri-pemasoknya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMBAS, MEDIA KALBAR \u2014 Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Sambas, Farhan, mendesak pihak berwenang menelusuri pemasok dan jalur distribusi barang yang diduga tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Ia menilai penindakan tidak akan menyelesaikan persoalan apabila hanya menyasar pedagang di daerah. Desakan itu disampaikan Farhan menanggapi informasi mengenai bengkel dan toko bangunan di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":22728,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-22727","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22727","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22727"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22727\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22728"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22727"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22727"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22727"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}