{"id":22729,"date":"2026-10-20T15:07:34","date_gmt":"2026-10-20T08:07:34","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/10\/20\/rocky-gerung-masuk-istana-bukan-untuk-berhenti-mengkritik\/"},"modified":"2026-10-20T15:07:34","modified_gmt":"2026-10-20T08:07:34","slug":"rocky-gerung-masuk-istana-bukan-untuk-berhenti-mengkritik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/10\/20\/rocky-gerung-masuk-istana-bukan-untuk-berhenti-mengkritik\/","title":{"rendered":"Rocky Gerung Masuk Istana Bukan untuk Berhenti Mengkritik"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                                <!-- News Part 2 --><br \/>\n                                <br \/>Rocky menyadari keputusannya bergabung dengan pemerintahan menuai kekecewaan. Namun, menurutnya, sikap kritis tidak ditentukan oleh posisi seseorang di dalam atau di luar kekuasaan.<\/p>\n<p>                                <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                                \u201cKritis atau tidak kritis bukan soal sejauh apa. Kritik itu bukan ordinal, tetapi nominal. Artinya, bukan kritik 10 persen atau 20 persen karena ada kompromi di dalam kabinet. Kritik itu ya kritik atau tidak kritik,\u201d kata Rocky dikutip dari tayangan salah satu televisi swasta, Selasa, 20 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Ia mengatakan tetap membawa tradisi berpikir kritis yang tumbuh selama berada di lingkungan kampus. Jika sebelumnya gagasan itu disampaikan dari luar kekuasaan, kini ia ingin membawa perspektif yang sama untuk menguji kebijakan dari dalam pemerintahan.<br \/><!-- Ads: News Content B --><\/p>\n<p>                                <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                                <br \/>\u201cSaya tidak mewakili suara mahasiswa, tetapi saya ingin mahasiswa mengerti bahwa saya tidak akan mengkhianati mereka. Saya datang dari komunitas kampus,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Rocky juga menyebut Presiden Prabowo memperkenalkannya di Wantimpres sebagai representasi komunitas pemikir akademik, bukan perwakilan organisasi politik, kelompok keagamaan, ataupun kalangan purnawirawan.<\/p>\n<p>\u201cFilsuf akademisi itu konstan, tidak akan berubah,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Untuk menjelaskan sikapnya, Rocky mengibaratkan kritik sebagai perangkat dari luar yang diperlukan untuk membongkar bangunan kekuasaan. Menurutnya, sistem tidak bisa mengandalkan perangkatnya sendiri untuk mengoreksi persoalan yang bersumber dari dalam.<\/p>\n<p>\u201cPeralatan raja tidak mungkin dipakai untuk membongkar istana raja. Maka, harus menggunakan peralatan dari luar. Itulah kritik radikal,\u201d ucap Rocky.<\/p>\n<p>Ia kemudian menggunakan analogi ilmu kedokteran untuk menjelaskan bagaimana kerusakan dapat menyebar ketika sel yang bermasalah tidak menghentikan dirinya. Rocky menyamakan kondisi itu dengan koruptor yang dinilainya terus merusak sistem.<\/p>\n<p>\u201cKoruptor juga begitu sekarang,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Rocky menilai koruptor bahkan dapat berlindung di balik birokrasi dan regulasi sehingga praktik yang merusak terus berlangsung.<\/p>\n<p>\u201cAlasan saya masuk kabinet buat mengejar sesuatu yang seharusnya sudah punah, yaitu koruptor,\u201d tandasnya. <img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/politik\/read\/2026\/10\/20\/725606\/rocky-gerung-masuk-istana-bukan-untuk-berhenti-mengkritik\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rocky menyadari keputusannya bergabung dengan pemerintahan menuai kekecewaan. Namun, menurutnya, sikap kritis tidak ditentukan oleh posisi seseorang di dalam atau di luar kekuasaan. \u201cKritis atau tidak kritis bukan soal sejauh apa. Kritik itu bukan ordinal, tetapi nominal. Artinya, bukan kritik 10 persen atau 20 persen karena ada kompromi di dalam kabinet. Kritik itu ya kritik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":22730,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,2],"tags":[],"class_list":["post-22729","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-politics"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22729","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22729"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22729\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22730"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22729"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22729"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22729"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}