{"id":22822,"date":"2026-10-22T02:51:15","date_gmt":"2026-10-21T19:51:15","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/10\/22\/kpk-setengah-hati-panggil-nusron-wahid\/"},"modified":"2026-10-22T02:51:15","modified_gmt":"2026-10-21T19:51:15","slug":"kpk-setengah-hati-panggil-nusron-wahid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/10\/22\/kpk-setengah-hati-panggil-nusron-wahid\/","title":{"rendered":"KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                                <!-- News Part 2 --><br \/>\n                                <br \/>Merespons hal tersebut, Direktur ABC Riset &amp; Consulting Erizal menilai KPK\u00a0 setengah hati dalam memanggil Nusron Wahid.\u00a0<\/p>\n<p>                                <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                                &#8220;Kalau tak berani memanggil paksa, seharusnya KPK tak perlu pakai memanggil Nusron segala. Sok-sokan saja. KPK kebanyakan gaya,&#8221; kata Erizal, dikutip Kamis 22 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Menurut Erizal, sinyal ketidakberanian KPK memeriksa Nusron sudah terlihat sejak awal.\u00a0<br \/><!-- Ads: News Content B --><\/p>\n<p>                                <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                                <br \/>&#8220;Bilang empat dari delapan orang tersangka adalah orang dekat Nusron Wahid, tapi Nusronnya tak dijelaskan statusnya. Apa pula gaya seperti itu?&#8221; sindir Erizal.<\/p>\n<p>Sekarang yang disalahkan justru Presiden Prabowo Subianto. Kenapa tidak dicopot saja?\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Presiden punya hak prerogatif. Tapi Nusron belum berstatus tersangka,&#8221; kata Erizal.<\/p>\n<p>Sebelumnya, penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Nusron sebagai saksi pada 7 Oktober 2026. Namun, ia absen dengan alasan memiliki agenda lain di lingkungan kementerian.<\/p>\n<p>Penyidik kemudian menjadwalkan ulang pemeriksaan pada 15 Oktober 2026. Pada panggilan kedua tersebut, Nusron kembali tidak hadir.\u00a0<\/p>\n<p>Juru Bicara KPK Budi Prasetyo sebelumnya mengatakan penyidik masih mempertimbangkan langkah lanjutan agar Nusron dapat memberikan keterangan yang dibutuhkan dalam proses penyidikan.\u00a0<\/p>\n<p>KPK juga membuka kemungkinan melayangkan surat panggilan berikutnya, termasuk opsi surat perintah membawa, meski keputusan tersebut masih dalam pertimbangan penyidik.<\/p>\n<p>Nusron dipanggil sebagai saksi dalam perkara dugaan suap dan penerimaan lainnya di lingkungan Kementerian ATR\/BPN, termasuk terkait pengurusan hak guna bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.\u00a0<\/p>\n<p>Dalam perkara tersebut, KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dan masih mendalami dugaan praktik korupsi dalam pengurusan pertanahan serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.<img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/hukum\/read\/2026\/10\/22\/725819\/kpk-setengah-hati-panggil-nusron-wahid\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Merespons hal tersebut, Direktur ABC Riset &amp; Consulting Erizal menilai KPK\u00a0 setengah hati dalam memanggil Nusron Wahid.\u00a0 &#8220;Kalau tak berani memanggil paksa, seharusnya KPK tak perlu pakai memanggil Nusron segala. Sok-sokan saja. KPK kebanyakan gaya,&#8221; kata Erizal, dikutip Kamis 22 Oktober 2026. Menurut Erizal, sinyal ketidakberanian KPK memeriksa Nusron sudah terlihat sejak awal.\u00a0 &#8220;Bilang empat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":22823,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,2],"tags":[],"class_list":["post-22822","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-politics"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22822","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22822"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22822\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22823"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22822"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22822"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22822"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}