{"id":22882,"date":"2026-10-22T23:14:23","date_gmt":"2026-10-22T16:14:23","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/10\/22\/jangkau-jutaan-rakyat-pelaksanaan-program-prabowo-harus-terus-dijaga\/"},"modified":"2026-10-22T23:14:23","modified_gmt":"2026-10-22T16:14:23","slug":"jangkau-jutaan-rakyat-pelaksanaan-program-prabowo-harus-terus-dijaga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/10\/22\/jangkau-jutaan-rakyat-pelaksanaan-program-prabowo-harus-terus-dijaga\/","title":{"rendered":"Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                                <!-- News Part 2 --><br \/>\n                                <br \/>Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus, mengatakan keberpihakan itu terlihat dari berbagai program di bidang gizi, kesehatan, pendidikan hingga pemberdayaan ekonomi.\u00a0<\/p>\n<p>                                <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                                Namun, besarnya jangkauan program harus diikuti pengawasan agar manfaatnya tidak bocor atau dinikmati pihak yang tidak berhak.<\/p>\n<p>\u201cNegara sedang berusaha mengubah sumber daya publik menjadi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,\u201d kata Iskandar dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.<br \/><!-- Ads: News Content B --><\/p>\n<p>                                <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                                <br \/>Sejumlah kebijakan menjadi catatan IAW, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, perhatian terhadap petani dan nelayan, hingga penanganan piutang macet tertentu bagi UMKM.<\/p>\n<p>Menurut Iskandar, program-program tersebut menunjukkan uang negara tidak semata diarahkan untuk pembangunan fisik atau memperbesar aktivitas birokrasi, tetapi juga menyentuh kebutuhan sehari-hari jutaan warga.<\/p>\n<p>Namun, ia mengingatkan semakin besar program, semakin panjang pula rantai transaksi, pemasok, pelaksana dan penerima manfaat yang harus diawasi.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cKarena itulah, kebijakan yang berpihak kepada rakyat harus dilindungi oleh sistem audit yang juga berpihak kepada rakyat,&#8221; ujar Iskandar.<\/p>\n<p>MBG menjadi salah satu contoh. Program yang mulai dilaksanakan 6 Januari 2025 tersebut melibatkan rantai panjang dari pembelian bahan pangan, pengolahan, tenaga kerja hingga distribusi makanan kepada penerima.<\/p>\n<p>Iskandar menilai keberhasilan MBG tidak boleh hanya diukur berdasarkan jumlah porsi atau target penerima.\u00a0<\/p>\n<p>Pemerintah harus dapat membuktikan berapa penerima yang benar-benar memperoleh makanan, frekuensi pelayanan, mutu gizi hingga kesesuaian nilai yang dibayar dengan makanan yang diterima.<\/p>\n<p>\u201cSatu porsi makanan yang dicatat tetapi tidak pernah diberikan berarti tujuan anggaran tidak tercapai. Demikian pula, apabila nilai bahan pangan yang dibayar tidak sesuai dengan kualitas yang diterima, masyarakat menjadi pihak yang dirugikan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Prinsip serupa berlaku terhadap Sekolah Rakyat. Iskandar mengapresiasi upaya pemerintah membuka pendidikan bagi anak dari keluarga miskin, tetapi keberhasilannya tidak cukup diukur dari jumlah sekolah dan asrama yang berhasil dibangun.<\/p>\n<p>Pemerintah juga perlu memastikan anak yang diterima benar-benar berasal dari kelompok sasaran, memperoleh pendidikan berkualitas, fasilitas aman, serta kesempatan untuk memperbaiki kehidupan keluarganya.<\/p>\n<p>Begitu pula Cek Kesehatan Gratis. Menurut IAW, evaluasi tidak boleh berhenti pada jumlah kunjungan. Data individu yang diperiksa, temuan penyakit hingga tindak lanjut medis perlu menjadi ukuran manfaat.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cPemeriksaan yang berhasil menemukan penyakit tetapi tidak diikuti pelayanan yang diperlukan belum sepenuhnya mencapai tujuan kesehatan masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Pengukuran berbasis manfaat juga perlu diterapkan pada subsidi pupuk, perumahan, kampung nelayan, revitalisasi sekolah, kesejahteraan guru hingga penanganan piutang UMKM.\u00a0<\/p>\n<p>Pertanyaan utamanya sederhana: apakah manfaat yang dijanjikan negara benar-benar sampai kepada pihak yang berhak?<\/p>\n<p>IAW menilai evaluasi dua tahun pemerintahan juga harus adil. Kelemahan pelaksanaan tidak boleh ditutupi, tetapi manfaat nyata sebuah kebijakan juga tidak semestinya diabaikan.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cKelemahan pelaksanaan harus diperbaiki. Penyimpangan harus ditindak sesuai hukum. Namun, manfaat yang nyata juga harus diakui,\u201d tegas Iskandar.<\/p>\n<p>Karena itu, IAW mendorong pemerintahan Prabowo mempertahankan keberpihakan program kepada masyarakat sekaligus memperkuat sistem pengawasannya.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cBukan sekadar memuji kebijakan yang telah dibuat, melainkan ikut menjaga agar tujuan kebijakan tersebut tidak dikhianati dalam pelaksanaannya,\u201d pungkasnya.<img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/politik\/read\/2026\/10\/22\/725940\/jangkau-jutaan-rakyat-pelaksanaan-program-prabowo-harus-terus-dijaga\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus, mengatakan keberpihakan itu terlihat dari berbagai program di bidang gizi, kesehatan, pendidikan hingga pemberdayaan ekonomi.\u00a0 Namun, besarnya jangkauan program harus diikuti pengawasan agar manfaatnya tidak bocor atau dinikmati pihak yang tidak berhak. \u201cNegara sedang berusaha mengubah sumber daya publik menjadi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,\u201d kata Iskandar dalam keterangan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":22883,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,6,2],"tags":[],"class_list":["post-22882","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news","category-politics"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22882","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22882"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22882\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22883"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22882"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22882"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22882"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}