{"id":23283,"date":"2026-10-28T07:02:53","date_gmt":"2026-10-28T00:02:53","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/10\/28\/sumpah-pemuda-jangan-cuma-seremoni-dr-bayu-soroti-sulitnya-anak-muda-cari-kerja\/"},"modified":"2026-10-28T07:02:53","modified_gmt":"2026-10-28T00:02:53","slug":"sumpah-pemuda-jangan-cuma-seremoni-dr-bayu-soroti-sulitnya-anak-muda-cari-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/10\/28\/sumpah-pemuda-jangan-cuma-seremoni-dr-bayu-soroti-sulitnya-anak-muda-cari-kerja\/","title":{"rendered":"Sumpah Pemuda Jangan Cuma Seremoni, Dr. Bayu Soroti Sulitnya Anak Muda Cari Kerja"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>Sambas, Kabar Terbaru \u2013 Sebutan pemuda sebagai harapan bangsa harus dibuktikan dengan kesempatan yang nyata. Dosen Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS), Dr. Bayu, M.Pd., menyoroti sulitnya anak muda mencari pekerjaan hingga kesenjangan akses pendidikan dalam momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98.<\/p>\n<p>Dalam tulisannya berjudul \u201cTantangan Generasi Muda antara Krisis Karakter, Pengangguran, dan Tanggung Jawab Kebangsaan\u201d, Bayu mengingatkan bahwa peringatan setiap 28 Oktober harus melampaui upacara dan pidato.<\/p>\n<p>\u201cPemuda tidak cukup hanya diberi harapan, tetapi juga harus memperoleh kesempatan, kepercayaan, akses, dan ruang untuk berpartisipasi dalam pembangunan,\u201d tulis Bayu dalam naskah tersebut.<\/p>\n<p>Menurutnya, persoalan pengangguran tidak bisa dibebankan seluruhnya kepada anak muda. Kesulitan mendapat pekerjaan juga berkaitan dengan kualitas pendidikan, kesesuaian keterampilan, ketersediaan lapangan kerja, dan pemerataan kesempatan.<\/p>\n<p>Artinya, dorongan agar pemuda terus meningkatkan kemampuan harus diikuti langkah pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha untuk membuka akses yang lebih luas.<\/p>\n<p>\u201cPersoalan ini tidak dapat disederhanakan sebagai akibat kurangnya usaha individu,\u201d tulisnya.<\/p>\n<p>Bayu mendorong perluasan pelatihan keterampilan, penguatan pendidikan vokasi, dukungan kewirausahaan, dan kesempatan kerja yang lebih inklusif. Ijazah, menurutnya, perlu disertai kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan karakter.<\/p>\n<p>Sorotan itu juga diarahkan pada kondisi pemuda di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Sambas. Potensi pertanian, perikanan, perdagangan, pariwisata, serta ekonomi kreatif membutuhkan dukungan infrastruktur, permodalan, dan pendampingan usaha.<\/p>\n<p>\u201cAnak muda di perbatasan tidak boleh dipandang sebagai generasi yang tertinggal hanya karena kondisi geografisnya,\u201d tulis Bayu.<\/p>\n<p>Ia menekankan bahwa pemuda perbatasan berhak mendapat kesempatan setara untuk belajar, bekerja, berinovasi, dan berkontribusi bagi pembangunan nasional.<\/p>\n<p>Selain persoalan ekonomi, Bayu mengingatkan tantangan karakter di tengah budaya mengejar hasil instan dan popularitas di media sosial. Menurutnya, kemampuan dan pengaruh akan kehilangan makna jika tidak disertai integritas serta kepedulian terhadap masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cKecerdasan tanpa integritas dapat kehilangan arah. Keterampilan tanpa tanggung jawab dapat disalahgunakan. Popularitas tanpa kepedulian sosial juga tidak selalu menghasilkan perubahan yang berarti,\u201d tulisnya.<\/p>\n<p>Ia turut menyoroti penggunaan kecerdasan buatan. Teknologi tersebut dapat membantu belajar, penelitian, dan pengembangan usaha, tetapi tetap membutuhkan daya kritis, pemeriksaan informasi, serta kejujuran akademik.<\/p>\n<p>Bayu juga mengingatkan fungsi organisasi kepemudaan. Organisasi semestinya menjadi tempat belajar kepemimpinan, mengelola perbedaan, dan menyelesaikan persoalan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cOrganisasi bukan sekadar tempat memperoleh jabatan atau memperluas jaringan pertemanan,\u201d tulisnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Bayu menegaskan bahwa kritik pemuda harus mendapat tempat dalam demokrasi. Kritik yang bertanggung jawab, berlandaskan fakta, dan disertai solusi merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa.<\/p>\n<p>\u201cKritik yang disampaikan secara bertanggung jawab, berdasarkan fakta, dan disertai tawaran solusi merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa, bukan ancaman terhadap pembangunan,\u201d tulisnya.<\/p>\n<p>Ia mendorong pemerintah membuka ruang bagi generasi muda dalam pengambilan keputusan. Perguruan tinggi, dunia usaha, dan organisasi masyarakat juga perlu memberi kesempatan agar gagasan pemuda dapat diwujudkan.<\/p>\n<p>Bagi Bayu, ukuran keberhasilan generasi muda tidak berhenti pada tingginya pendidikan, besarnya pendapatan, atau luasnya pengaruh di media sosial. Ilmu dan kemampuan perlu menghasilkan manfaat bagi sesama.<\/p>\n<p>\u201cSumpah Pemuda harus hidup dalam tindakan, bukan hanya dalam ingatan,\u201d tulisnya.(rai)<\/p>\n<p> <!-- AI CONTENT END 2 --><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediakalbarnews.com\/sumpah-pemuda-jangan-cuma-seremoni-dr-bayu-soroti-sulitnya-anak-muda-cari-kerja\/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sumpah-pemuda-jangan-cuma-seremoni-dr-bayu-soroti-sulitnya-anak-muda-cari-kerja\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sambas, Kabar Terbaru \u2013 Sebutan pemuda sebagai harapan bangsa harus dibuktikan dengan kesempatan yang nyata. Dosen Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS), Dr. Bayu, M.Pd., menyoroti sulitnya anak muda mencari pekerjaan hingga kesenjangan akses pendidikan dalam momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98. Dalam tulisannya berjudul \u201cTantangan Generasi Muda antara Krisis Karakter, Pengangguran, dan Tanggung Jawab Kebangsaan\u201d, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":23284,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-23283","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23283","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23283"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23283\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23284"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23283"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23283"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23283"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}