{"id":2407,"date":"2024-06-29T22:09:33","date_gmt":"2024-06-29T22:09:33","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2024\/06\/29\/rekrutmen-afirmatif-tni-polri-berpotensi-ancaman-serius\/"},"modified":"2024-06-29T22:09:33","modified_gmt":"2024-06-29T22:09:33","slug":"rekrutmen-afirmatif-tni-polri-berpotensi-ancaman-serius","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2024\/06\/29\/rekrutmen-afirmatif-tni-polri-berpotensi-ancaman-serius\/","title":{"rendered":"Rekrutmen Afirmatif TNI-Polri Berpotensi Ancaman Serius"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                            <!-- Di Bawah Berita Terkait> --><\/p>\n<p>                            <!-- News Part 2 --><br \/>\n                            <br \/>Hal tersebut disampaikan peneliti senior Human Studies Institute (HSI), Syurya M. Nur kepada<i> RMOL<\/i>, Sabtu malam (29\/6).<\/p>\n<p>\u201cKelompok separatis gerakan Papua merdeka dapat menyusup melalui program ini, memanfaatkan pelatihan militer dan Kepolisian untuk memperkuat kemampuan tempurnya dalam melakukan serangan kepada personel kita sendiri dari TNI-Polri,\u201d kata Syurya.<br \/><!-- Ads: News Content B --><\/p>\n<p>                            <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                            <br \/>Dia merujuk berbagai kasus yang muncul dari masalah pembelotan, penyelundupan dan penjualan senjata kepada kelompok separatis oleh desertir TNI Denis Murib yang tewas disergap pasukan TNI pada pertengahan Juni ini dan anggota Polres Yalimo Bripda Anke Mabel.<\/p>\n<p>\u201cKasus pembelotan dan penyelundupan senjata yang dilakukan oleh Denis Murib dan Anke Mabel memberikan warning kepada kita potensi ancaman besar bagi keselamatan personel TNI-Polri maupun adanya potensi kelompok separatis memperkuat barisannya untuk dimanfaatkan membentuk pasukan paramiliternya,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Kekhawatirannya diperkuat adanya laporan investigasi Aliansi Demokrasi untuk Papua (AIDP) berbasis berkas-berkas pengadilan dan rujukan pemberitaan selama 11 tahun terakhir (2011-2021) mengenai perdagangan senjata api dan amunisi ilegal di Papua.<\/p>\n<p>\u201cSangat menyeramkan yah jika kita telaah laporan AIDP, bahwa sepanjang 2011-2021, ada 51 orang yang dipidana karena terlibat perdagangan senjata di Papua. Mereka terdiri 31 warga sipil, 14 prajurit TNI, dan 6 anggota Polri, da? nilai transaksinya miliaran rupiah,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Pakar Komunikasi dan Politik Universitas Esa Unggul Indonesia ini menyebutkan dampak dari masalah pembelotan oknum hasil rekrutmen afirmatif TNI-Polri.<\/p>\n<p>\u201cBerbagai peristiwa pembelotan yang terjadi ini dapat merusak moral dan kohesi internal TNI-Polri, juga menciptakan ketidakpercayaan antar anggota,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Menurutnya juga potensi ancaman ini juga berdampak pada stabilitas politik dan sosial di wilayah-wilayah yang rentan terhadap gerakan separatis. <\/p>\n<p>\u201cKetika kelompok separatis memiliki pasukan yang terlatih dan terorganisir, mereka dapat meningkatkan intensitas dan frekuensi serangan, sehingga mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat. Hal ini dapat memperburuk ketegangan etnis dan sosial yang sudah ada, serta menghambat pembangunan dan kesejahteraan di wilayah Papua,\u201d tegasnya lagi.<\/p>\n<p>Pemerintah dan khususnya pimpinan TNI-Polri harus mengambil solusi langkah pencegahan yang lebih ketat dalam proses rekrutmen afirmatif dari berbagai peristiwa yang terjadi yang memakan korban gugurnya putra bangsa, dari rakyat bahkan unsur TNI-Polri karena serangan kelompok separatis yang semakin intensif dan sporadis.<\/p>\n<p>\u201cJangan kita bangga melihat kuantitas dari kebijakan ini, namun perlu adanya evaluasi yang lebih mendalam dari ekses negatif ini terulang kesekian kalinya tanpa ada tindakan nyata dari pimpinan TNI-Polri,\u201d tutupnya. <img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<div class=\"text-center border mb-4 mt-4 rounded\">\n<p class=\"fs-7 m-0 p-3\">Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMPnniQswxPybAw?ceid=ID:id&amp;oc=3&amp;r=1\" class=\"fw-bold\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Google News<\/b><\/a>.<br \/>Untuk mengikuti silakan <b>klik tanda bintang.<\/b><\/p>\n<\/div>\n<p>                            <!-- Ads: News Content C --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v14.0&#038;appId=593163638143624&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"ZQc4Q5BS\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/pertahanan\/read\/2024\/06\/30\/626330\/rekrutmen-afirmatif-tni-polri-berpotensi-ancaman-serius\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hal tersebut disampaikan peneliti senior Human Studies Institute (HSI), Syurya M. Nur kepada RMOL, Sabtu malam (29\/6). \u201cKelompok separatis gerakan Papua merdeka dapat menyusup melalui program ini, memanfaatkan pelatihan militer dan Kepolisian untuk memperkuat kemampuan tempurnya dalam melakukan serangan kepada personel kita sendiri dari TNI-Polri,\u201d kata Syurya. Dia merujuk berbagai kasus yang muncul dari masalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2408,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-2407","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2407","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2407"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2407\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2408"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2407"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2407"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2407"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}