{"id":3614,"date":"2024-08-12T05:19:56","date_gmt":"2024-08-12T05:19:56","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2024\/08\/12\/pks-capek-10-tahun-oposisi-pilih-tinggalkan-anies\/"},"modified":"2024-08-12T05:19:56","modified_gmt":"2024-08-12T05:19:56","slug":"pks-capek-10-tahun-oposisi-pilih-tinggalkan-anies","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2024\/08\/12\/pks-capek-10-tahun-oposisi-pilih-tinggalkan-anies\/","title":{"rendered":"PKS Capek 10 Tahun Oposisi, Pilih Tinggalkan Anies"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                            <!-- Di Bawah Berita Terkait> --><\/p>\n<p>                            <!-- News Part 2 --><br \/>\n                            <br \/>Analis politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin berpendapat PKS meninggalkan Anies Baswedan karena sudah lelah menjadi oposisi.<\/p>\n<p>&#8220;PKS capek dan lelah jadi oposisi ya selama satu dasawarsa, selama dua periode Jokowi,&#8221; kata Ujang Komarudin kepada <i>Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL<\/i>, Senin (12\/8).<br \/><!-- Ads: News Content B --><\/p>\n<p>                            <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                            <br \/>&#8220;Jadi oposisi enggak enak, dikerjain, enggak dapat uang, akhirnya kekuasaan yang sifatnya berbasis kepentingan, dan pragmatisnya, bisa berubah haluan,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p>Ujang mengatakan, PKS berpikir pragmatis sejak lama namun puncaknya tampak dalam Pilkada 2024 ini.<\/p>\n<p>&#8220;Saya sih melihat PKS lebih rasionalis lebih realistis dan lebih pragmatis dalam konteks kekuasaan dan ini sebetulnya sudah berjalan lama. Ini momentumnya saja, sangat kelihatan jelas soal Pilkada Jakarta,&#8221; kata Ujang.<\/p>\n<p>Menurutnya, PKS tidak masalah dirujak habis-habisan di sosial media, lantaran memiliki akar rumput dan simpatisan yang loyal terhadap partainya.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi kalau ada hastag ramai di Twitter bagi PKS itu biasa, karena PKS punya segmen pemilih sendiri, punya kader yang loyal, pemimpin yang loyal, segmen yang terjaga di konstituennya,&#8221; kata Ujang.<\/p>\n<p>Ia menambahkan di beberapa wilayah PKS sudah merapat ke KIM. Tinggal menanti gongnya di Pilkada Jakarta, apakah tetap bersama Anies atau merapat ke KIM.<\/p>\n<p>&#8220;Di Banten PKS gabung KIM, kadernya Pak Dimyati jadi cawagub. Di Sumut, juga. Bisa jadi manti di Jateng, dan Jabar,&#8221; tutup Ujang.<img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<p>                            <!-- Ads: News Content C --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/politik\/read\/2024\/08\/12\/632296\/pks-capek-10-tahun-oposisi-pilih-tinggalkan-anies\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analis politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin berpendapat PKS meninggalkan Anies Baswedan karena sudah lelah menjadi oposisi. &#8220;PKS capek dan lelah jadi oposisi ya selama satu dasawarsa, selama dua periode Jokowi,&#8221; kata Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Senin (12\/8). &#8220;Jadi oposisi enggak enak, dikerjain, enggak dapat uang, akhirnya kekuasaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3615,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,6,2],"tags":[],"class_list":["post-3614","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news","category-politics"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3614","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3614"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3614\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3615"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3614"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3614"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3614"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}