{"id":6336,"date":"2026-03-02T00:33:58","date_gmt":"2026-03-01T17:33:58","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/03\/02\/negara-berkembang-siap-siap-gigit-jari-imbas-konflik-timur-tengah\/"},"modified":"2026-03-02T00:33:58","modified_gmt":"2026-03-01T17:33:58","slug":"negara-berkembang-siap-siap-gigit-jari-imbas-konflik-timur-tengah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/03\/02\/negara-berkembang-siap-siap-gigit-jari-imbas-konflik-timur-tengah\/","title":{"rendered":"Negara Berkembang Siap-siap Gigit Jari Imbas Konflik Timur-Tengah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                            <!-- News Part 2 --><br \/>\n                            <br \/>Jika eskalasi mengganggu distribusi minyak, maka harga energi di dunia bakal melonjak signifikan.\u00a0<\/p>\n<p>                            <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                            \u201cDampaknya terasa pada inflasi, beban subsidi, dan tekanan terhadap APBN negara berkembang,\u201d ucap Anggota DPD asal DI Yogyakarta, Hilmy Muhammad dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu malam, 1 Maret 2026.<br \/>\u00a0\u00a0<br \/>Menurut dia, ketika hukum kehilangan wibawa, yang tersisa hanya politik kekuatan.\u00a0<br \/>\n                            <!-- Ads: News Content B --><\/p>\n<p>                            <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                            <br \/>\u201cJika logika senjata mengalahkan logika diplomasi, stabilitas global runtuh dan negara-negara berkembang seperti Indonesia membayar harga paling mahal,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Sambung Gus Hilmy akrab disapa, penggunaan kekuatan bersenjata tanpa penghormatan pada kedaulatan negara hanya memperluas lingkar kekerasan dan memperbesar korban sipil.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cJika diplomasi buntu lalu diganti serangan militer, dunia sedang bergerak mundur. Keamanan tidak lahir dari bom, tetapi dari kesepakatan yang menghormati kedaulatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut juga menyoroti peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).\u00a0<\/p>\n<p>Masih kata dia, jika terdapat dugaan pelanggaran terhadap Piagam PBB, maka mekanisme internasional harus dijalankan secara konsisten, tanpa pandang bulu, meskipun negara itu adalah donatur yang besar.<\/p>\n<p>\u201cPBB jangan hanya mengecam. Sebagai lembaga dunia, PBB memiliki instrumen sanksi. Dewan Keamanan bisa menjatuhkan resolusi penghentian serangan, embargo senjata, pembatasan ekonomi, hingga jika perlu membawa pelanggaran-pelanggaran itu ke mekanisme hukum internasional,\u201d tegas Gus Hilmy.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cJika langkah-langkah itu hanya diterapkan pada negara lemah dan tidak pada negara kuat, maka PBB kehilangan legitimasi moral. Artinya, PBB harus berani menjatuhkan sanksi kepada Amerika yang terbukti melanggar Piagam PBB,\u201d pungkasnya. <img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<p>                            <!-- Ads: News Content C --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/politik\/read\/2026\/03\/02\/699034\/negara-berkembang-siap-siap-gigit-jari-imbas-konflik-timur-tengah\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika eskalasi mengganggu distribusi minyak, maka harga energi di dunia bakal melonjak signifikan.\u00a0 \u201cDampaknya terasa pada inflasi, beban subsidi, dan tekanan terhadap APBN negara berkembang,\u201d ucap Anggota DPD asal DI Yogyakarta, Hilmy Muhammad dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu malam, 1 Maret 2026.\u00a0\u00a0Menurut dia, ketika hukum kehilangan wibawa, yang tersisa hanya politik kekuatan.\u00a0 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6337,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-6336","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6336","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6336"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6336\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6337"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6336"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6336"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6336"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}