{"id":6849,"date":"2026-03-09T21:24:58","date_gmt":"2026-03-09T14:24:58","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/03\/09\/rupiah-jebol-rp17-000-masyarakat-dibayangi-krisis-biaya-hidup\/"},"modified":"2026-03-09T21:24:58","modified_gmt":"2026-03-09T14:24:58","slug":"rupiah-jebol-rp17-000-masyarakat-dibayangi-krisis-biaya-hidup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/03\/09\/rupiah-jebol-rp17-000-masyarakat-dibayangi-krisis-biaya-hidup\/","title":{"rendered":"Rupiah Jebol Rp17.000, Masyarakat Dibayangi Krisis Biaya Hidup"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                            <!-- News Part 2 --><br \/>\n                            <br \/>Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan kombinasi pelemahan kurs dan kenaikan harga minyak dunia yang saat ini mencapai lebih dari 100 Dolar AS dapat memicu kenaikan harga barang di dalam negeri.<\/p>\n<p>                            <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                            \u201cDampak ke masyarakat karena naiknya harga minyak dan pelemahan kurs Rupiah bisa buat biaya hidup naik, barang makin mahal karena <i>cost of living crisis<\/i> (krisis biaya hidup),\u201d kata Bhima kepada <i>RMOL<\/i> pada Senin, 9 Maret 2026.<\/p>\n<p>Ia menilai sektor energi akan menjadi yang paling cepat terdampak. Risiko kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG disebut semakin besar karena kedua komoditas tersebut sangat sensitif terhadap pelemahan kurs Rupiah mengingat porsi impor yang masih tinggi.<br \/><!-- Ads: News Content B -->\n                            <\/p>\n<p>                            <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                            <br \/>Selain itu, pelemahan Rupiah juga berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap dunia usaha, terutama karena naiknya biaya produksi perusahaan.<\/p>\n<p>\u201cPHK massal karena perusahaan naik biaya produksinya juga jadi konsekuensi berantai dari pelemahan kurs,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Bhima menilai ketegangan geopolitik antara Iran dan AS turut menambah tekanan terhadap perekonomian global dan domestik. Konflik tersebut meningkatkan kekhawatiran akan lonjakan harga minyak dunia yang pada akhirnya dapat memicu tekanan inflasi di dalam negeri.<\/p>\n<p>\u201cRisiko perang Iran-AS yang masih berlanjut menimbulkan kekhawatiran kenaikan harga BBM dan <i>inflationary pressure<\/i>,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Bhima menambahkan, apabila harga BBM meningkat akibat lonjakan harga minyak dan pelemahan Rupiah, maka defisit APBN berpotensi melebar. Kondisi ini pada gilirannya dapat mempengaruhi inflasi, kinerja emiten, serta pasar surat utang pemerintah.<\/p>\n<p>Ia juga menilai lembaga pemeringkat internasional mulai memperhitungkan risiko tersebut di pasar.<\/p>\n<p>\u201cPeringatan dari Moody\u2019s dan Fitch Ratings mulai <i>price in<\/i> di pasar, termasuk <i>warning<\/i> dari S&amp;P Global Ratings soal situasi fiskal,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Dalam skenario terburuk, Bhima mengingatkan kemungkinan Indonesia masuk ke jurang resesi pada kuartal II tahun ini. &#8220;Yang terburuk probabilitas Indonesia masuk resesi di kuartal II meningkat,&#8221; tutupnya. <img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<p>                            <!-- Ads: News Content C --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/bisnis\/read\/2026\/03\/09\/700002\/rupiah-jebol-rp17-000-masyarakat-dibayangi-krisis-biaya-hidup\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan kombinasi pelemahan kurs dan kenaikan harga minyak dunia yang saat ini mencapai lebih dari 100 Dolar AS dapat memicu kenaikan harga barang di dalam negeri. \u201cDampak ke masyarakat karena naiknya harga minyak dan pelemahan kurs Rupiah bisa buat biaya hidup naik, barang makin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6850,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-6849","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6849","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6849"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6849\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6850"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6849"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6849"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6849"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}