{"id":7237,"date":"2026-03-15T08:24:26","date_gmt":"2026-03-15T01:24:26","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/03\/15\/semakin-banyak-kepala-daerah-pakai-rompi-kpk\/"},"modified":"2026-03-15T08:24:26","modified_gmt":"2026-03-15T01:24:26","slug":"semakin-banyak-kepala-daerah-pakai-rompi-kpk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/03\/15\/semakin-banyak-kepala-daerah-pakai-rompi-kpk\/","title":{"rendered":"Semakin Banyak Kepala Daerah Pakai Rompi KPK"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                            <!-- News Part 2 --><br \/>\n                            <br \/>Namun di tengah suasana tersebut, muncul fenomena yang dinilai ironis, yakni maraknya kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dan tampil mengenakan rompi tahanan berwarna oranye.<\/p>\n<p>                            <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                            Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didik Mukrianto menilai fenomena yang kerap disebut sebagai \u201cauto rompi oranye\u201d itu bukan sekadar peristiwa hukum biasa, melainkan cerminan persoalan serius dalam tata kelola pemerintahan daerah.<\/p>\n<p>\u201cFenomena ini bukan hanya menjadi bahan perbincangan di media sosial, tetapi juga mencerminkan masalah struktural dalam tata kelola pemda,\u201d ujar Didik lewat akun X miliknya, dikutip Minggu, 15 Maret 2026.<br \/><!-- Ads: News Content B -->\n                            <\/p>\n<p>                            <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                            <br \/>Belakangan ini, sejumlah kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah kembali mencuat menjelang Lebaran 2026. Beberapa di antaranya terjadi di Kota Madiun, Pati, Rejang Lebong, Pekalongan, hingga yang terbaru di Cilacap.<\/p>\n<p>Rompi oranye sendiri telah lama menjadi simbol ikonik dalam penindakan kasus korupsi di Indonesia sejak berdirinya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Warna tersebut tidak hanya menjadi pakaian tahanan, tetapi juga penanda bagi publik terhadap pelaku korupsi yang diproses hukum.<\/p>\n<p>Menurut Didik, maraknya penangkapan pejabat daerah menjelang Lebaran juga tidak bisa dilepaskan dari meningkatnya arus dana publik pada periode tersebut. Berbagai program seperti pembagian THR, bantuan sosial, hingga proyek pembangunan kerap membuat pengelolaan anggaran berada dalam kondisi rawan penyimpangan.<\/p>\n<p>Ia menilai salah satu persoalan mendasar yang memicu korupsi di daerah adalah tingginya biaya politik. Kondisi tersebut sering kali mendorong pejabat untuk mencari sumber pendanaan tidak sah demi menutup biaya yang dikeluarkan saat proses pemilihan.<\/p>\n<p>Tanpa pembenahan sistem politik dan tata kelola pemerintahan, Didik mengingatkan praktik korupsi berpotensi terus berulang.<\/p>\n<p>\u201cSaat kepala daerah auto pakai rompi orange, kepercayaan publik terhadap pemerintahan mengalami erosi. Pejabat harus sadar bahwa jabatan adalah amanah, bukan peluang memperkaya diri,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Karena itu, Didik mengingatkan bahwa jabatan publik merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.<\/p>\n<p>Ia berharap menjelang Lebaran 2026, masyarakat tidak lagi disuguhi kabar penangkapan pejabat daerah, melainkan cerita tentang pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi. <img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<p>                            <!-- Ads: News Content C --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/hukum\/read\/2026\/03\/15\/700652\/semakin-banyak-kepala-daerah-pakai-rompi-kpk\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Namun di tengah suasana tersebut, muncul fenomena yang dinilai ironis, yakni maraknya kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dan tampil mengenakan rompi tahanan berwarna oranye. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didik Mukrianto menilai fenomena yang kerap disebut sebagai \u201cauto rompi oranye\u201d itu bukan sekadar peristiwa hukum biasa, melainkan cerminan persoalan serius dalam tata kelola pemerintahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7238,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-7237","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7237","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7237"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7237\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7238"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7237"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7237"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7237"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}