{"id":7559,"date":"2026-03-20T12:11:27","date_gmt":"2026-03-20T05:11:27","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/03\/20\/soal-perbedaan-idulfitri-haedar-nashir-usulkan-kalender-global\/"},"modified":"2026-03-20T12:11:27","modified_gmt":"2026-03-20T05:11:27","slug":"soal-perbedaan-idulfitri-haedar-nashir-usulkan-kalender-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/03\/20\/soal-perbedaan-idulfitri-haedar-nashir-usulkan-kalender-global\/","title":{"rendered":"Soal Perbedaan Idulfitri, Haedar Nashir Usulkan Kalender Global"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                            <!-- News Part 2 --><br \/>\n                            <br \/>Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, selepas menunaikan dan menyampaikan Khutbah Idulfitri 1447 H di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), pada Jumat, 20 Maret 2026.<\/p>\n<p>                            <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                            Terkait perbedaan penetapan Idulfitri, Haedar mengimbau masyarakat untuk tidak mempertajam perbedaan yang ada. Ia menekankan bahwa perbedaan merupakan hal yang biasa dan tidak perlu menjadi sumber konflik.<\/p>\n<p>\u201cTidak perlu kita mempertajam perbedaan, apalagi mencari pembenaran diri dengan menyalahkan pihak lain. Baik dalam konteks kewargaan maupun pemerintahan, semua pihak harus menahan diri,\u201d ujarnya.<br \/><!-- Ads: News Content B -->\n                            <\/p>\n<p>                            <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                            <br \/>Ia juga mengajak para tokoh agama dan elite bangsa untuk menghindari pernyataan atau ujaran yang dapat memperkeruh suasana di tengah masyarakat. Idulfitri, menurutnya, harus dijalani dengan kekhusyukan ibadah dan kejernihan jiwa serta pikiran.<\/p>\n<p>\u201cJalani Idulfitri dengan khusyuk, baik yang merayakan pada 20 maupun 21 Maret, bahkan yang lebih dahulu, agar kita tidak terjebak dalam hasrat perbedaan yang justru meretakkan persatuan,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Haedar menyampaikan keyakinannya bahwa bangsa Indonesia memiliki kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Ia juga berharap ke depan dunia Islam dapat memiliki kalender global tunggal untuk meminimalisasi perbedaan penetapan hari besar keagamaan.<\/p>\n<p>\u201cKe depan, insyaallah perbedaan itu dapat diminimalisasi, jika ada keterbukaan hati dan pikiran, serta didasarkan pada ilmu pengetahuan yang tinggi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Diakhir Haedar menyerukan pentingnya keteladanan dari para elite bangsa dalam menjaga persatuan, perdamaian, dan toleransi, sekaligus mendorong kemajuan umat dan bangsa.<\/p>\n<p>\u201cBerikan teladan bagi rakyat bahwa para elite mampu menjadi uswah hasanah dalam menciptakan persatuan, perdamaian, toleransi, dan kemajuan. Kita masih memiliki berbagai ketertinggalan yang memerlukan kerja keras bersama dari seluruh komponen bangsa,\u201d pungkasnya. <img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<p>                            <!-- Ads: News Content C --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/politik\/read\/2026\/03\/20\/701203\/soal-perbedaan-idulfitri-haedar-nashir-usulkan-kalender-global\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, selepas menunaikan dan menyampaikan Khutbah Idulfitri 1447 H di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), pada Jumat, 20 Maret 2026. Terkait perbedaan penetapan Idulfitri, Haedar mengimbau masyarakat untuk tidak mempertajam perbedaan yang ada. Ia menekankan bahwa perbedaan merupakan hal yang biasa dan tidak perlu menjadi sumber [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7560,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-7559","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7559","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7559"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7559\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7560"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7559"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7559"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7559"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}