{"id":7601,"date":"2026-03-21T06:44:20","date_gmt":"2026-03-20T23:44:20","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/03\/21\/bandar-pohon-bidik-tren-penghijauan-dan-bisnis-lanskap-perkotaan\/"},"modified":"2026-03-21T06:44:20","modified_gmt":"2026-03-20T23:44:20","slug":"bandar-pohon-bidik-tren-penghijauan-dan-bisnis-lanskap-perkotaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/03\/21\/bandar-pohon-bidik-tren-penghijauan-dan-bisnis-lanskap-perkotaan\/","title":{"rendered":"Bandar Pohon Bidik Tren Penghijauan dan Bisnis Lanskap Perkotaan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                            <!-- News Part 2 --><br \/>\n                            <br \/>Salah satunya datang dari Hizrah Maulana, pendiri PT Bandar Pohon Indonesia, yang mengembangkan bisnis di bidang kontraktor lanskap dan pembibitan tanaman (nursery) dengan pendekatan ekologis sekaligus ekonomis.<\/p>\n<p>                            <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                            Hizrah mengatakan, perusahaannya fokus pada penyediaan jasa penataan lanskap, koleksi tanaman hias, hingga pohon peneduh untuk berbagai kebutuhan, mulai dari hunian pribadi hingga proyek komersial dan tata kota.<\/p>\n<p>\u201cBandar Pohon Indonesia hadir sebagai solusi penghijauan, baik untuk rumah, properti, hingga kawasan perkotaan,&#8221; kata Hizrah melalui keterangan tertulis, dikutip Sabtu 21 Maret 2026.<br \/><!-- Ads: News Content B -->\n                            <\/p>\n<p>                            <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                            <br \/>Menurutnya, ketertarikan di bidang ini berangkat dari keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan yang semakin masif. Ia menyoroti fenomena berkurangnya ruang hijau akibat pembangunan dan betonisasi yang berdampak pada menurunnya kualitas tanah, air, dan udara.<\/p>\n<p>Ia juga mengaitkan kondisi tersebut dengan meningkatnya berbagai persoalan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan (ISPA), yang dinilai semakin sering terjadi akibat buruknya kualitas udara.<\/p>\n<p>\u201cEkosistem kita sudah tidak seimbang. Tanah kehilangan kesuburan, resapan air berkurang, dan udara semakin tercemar. Ini menjadi alarm bagi kita semua,\u201d kata Hijrah.<\/p>\n<p>Hizrah bahkan menyarankan komposisi ideal dalam pembangunan rumah, yakni 60 persen area hijau dan 40 persen bangunan demi menjaga kesehatan fisik dan mental penghuni.<img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<p>                            <!-- Ads: News Content C --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/bisnis\/read\/2026\/03\/21\/701264\/bandar-pohon-bidik-tren-penghijauan-dan-bisnis-lanskap-perkotaan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satunya datang dari Hizrah Maulana, pendiri PT Bandar Pohon Indonesia, yang mengembangkan bisnis di bidang kontraktor lanskap dan pembibitan tanaman (nursery) dengan pendekatan ekologis sekaligus ekonomis. Hizrah mengatakan, perusahaannya fokus pada penyediaan jasa penataan lanskap, koleksi tanaman hias, hingga pohon peneduh untuk berbagai kebutuhan, mulai dari hunian pribadi hingga proyek komersial dan tata kota. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7602,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-7601","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7601","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7601"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7601\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7602"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7601"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7601"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7601"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}