{"id":7757,"date":"2026-03-24T07:05:04","date_gmt":"2026-03-24T00:05:04","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/03\/24\/berkali-kali-kalah-tapi-prabowo-tidak-menjatuhkan-sistem\/"},"modified":"2026-03-24T07:05:04","modified_gmt":"2026-03-24T00:05:04","slug":"berkali-kali-kalah-tapi-prabowo-tidak-menjatuhkan-sistem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/03\/24\/berkali-kali-kalah-tapi-prabowo-tidak-menjatuhkan-sistem\/","title":{"rendered":"Berkali-kali Kalah, tapi Prabowo Tidak Menjatuhkan Sistem"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                            <!-- News Part 2 --><br \/>\n                            <br \/>Demikian pandangan pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, dikutip Selasa 24 Maret 2026.<\/p>\n<p>                            <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                            \u201cPrabowo itu petarung. Berkali-kali kalah, tapi tidak menjatuhkan sistem. Ia justru kembali lewat mekanisme demokrasi dan akhirnya menang,\u201d kata Amir.<\/p>\n<p>Dalam analisisnya, Amir menguraikan sejumlah skenario risiko apabila terjadi upaya sistematis untuk menjatuhkan pemerintahan Prabowo.<br \/><!-- Ads: News Content B -->\n                            <\/p>\n<p>                            <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                            <br \/><b>Pertama, Fragmentasi Elite Politik<\/b><br \/>Upaya delegitimasi pemerintahan berpotensi memecah elite menjadi beberapa faksi yang saling berhadapan. Kondisi ini bisa memicu konflik terbuka, baik di parlemen maupun di ruang publik.<br \/><b><br \/>Kedua, Perebutan Jabatan dan Kekuasaan<\/b><br \/>Alih-alih fokus pada kepentingan rakyat, dinamika politik justru berpotensi bergeser menjadi ajang perebutan posisi strategis. Hal ini memperburuk kualitas tata kelola pemerintahan.<\/p>\n<p>\u201cKetika pemerintah dilemahkan, yang muncul bukan solusi, tapi kompetisi liar antar-elite. Semua ingin mengisi kekosongan kekuasaan,\u201d kata Amir.<\/p>\n<p><b>Ketiga, Penurunan Kepercayaan Publik<\/b><br \/>Instabilitas politik akan berdampak langsung pada kepercayaan publik terhadap negara. Dalam jangka panjang, ini bisa mengganggu legitimasi institusi demokrasi itu sendiri.<\/p>\n<p><b>Keempat, Kerentanan Intervensi Asing<\/b><br \/>Dalam perspektif geopolitik, kondisi domestik yang tidak stabil membuka peluang bagi aktor eksternal untuk masuk dan memanfaatkan situasi.<\/p>\n<p>\u201cIni yang sering luput. Ketika negara tidak stabil, aktor global bisa memainkan pengaruhnya, baik secara ekonomi maupun politik,\u201d ujar Amir.<\/p>\n<p>Meski demikian, Amir juga mengingatkan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran harus tetap menjaga soliditas internal dan fokus pada agenda kerakyatan.<img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<p>                            <!-- Ads: News Content C --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/politik\/read\/2026\/03\/24\/701456\/berkali-kali-kalah-tapi-prabowo-tidak-menjatuhkan-sistem\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Demikian pandangan pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, dikutip Selasa 24 Maret 2026. \u201cPrabowo itu petarung. Berkali-kali kalah, tapi tidak menjatuhkan sistem. Ia justru kembali lewat mekanisme demokrasi dan akhirnya menang,\u201d kata Amir. Dalam analisisnya, Amir menguraikan sejumlah skenario risiko apabila terjadi upaya sistematis untuk menjatuhkan pemerintahan Prabowo. Pertama, Fragmentasi Elite PolitikUpaya delegitimasi pemerintahan berpotensi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7758,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,2],"tags":[],"class_list":["post-7757","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-politics"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7757","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7757"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7757\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7758"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7757"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7757"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7757"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}