{"id":7793,"date":"2026-03-24T21:56:18","date_gmt":"2026-03-24T14:56:18","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/03\/24\/diterpa-konflik-iran-rupiah-terancam-jebol-ke-rp20-000-per-dolar-as\/"},"modified":"2026-03-24T21:56:18","modified_gmt":"2026-03-24T14:56:18","slug":"diterpa-konflik-iran-rupiah-terancam-jebol-ke-rp20-000-per-dolar-as","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/03\/24\/diterpa-konflik-iran-rupiah-terancam-jebol-ke-rp20-000-per-dolar-as\/","title":{"rendered":"Diterpa Konflik Iran, Rupiah Terancam Jebol ke Rp20.000 per Dolar AS"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                            <!-- News Part 2 --><br \/>\n                            <br \/>Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, menilai selama ini Indonesia cenderung terlena oleh narasi kekuatan ekonomi yang kerap disebut pemerintah sebagai indikator stabilitas.<\/p>\n<p>                            <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                            \u201cIndonesia terlena atau diterlenakan oleh narasi bahwa ekonomi Indonesia kuat, cadangan devisa besar, mencapai lebih dari 150 miliar Dolar AS, dan struktur utang aman karena didominasi tenor jangka panjang,\u201d kata Anthony dalam risetnya yang diterima pada Selasa, 24 Maret 2026.<\/p>\n<p>Namun menurutnya, kondisi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan realitas. Ia menyebut fundamental ekonomi Indonesia, baik dari sisi fiskal, moneter, maupun nilai tukar, justru masih rentan terhadap guncangan eksternal.<br \/><!-- Ads: News Content B -->\n                            <\/p>\n<p>                            <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                            <br \/>\u201cFundamental ekonomi baik fiskal, moneter, dan nilai tukar sebenarnya sangat lemah, kalau tidak mau disebut rapuh,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Ia menyoroti konflik di Iran sebagai salah satu faktor eksternal yang berpotensi memperburuk situasi. Gangguan terhadap pasokan energi global dinilai bisa berdampak luas terhadap perekonomian, termasuk Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cKonflik Iran bisa menjadi katalis yang berpotensi mempercepat tekanan yang sudah ada. Kenaikan harga minyak, gangguan rantai pasok global, dan pergeseran arus modal dari emerging market ke aset safe haven akan menciptakan tekanan simultan terhadap neraca eksternal Indonesia,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, cadangan devisa Indonesia tidak lagi mencerminkan kekuatan riil karena sebagian besar berasal dari akumulasi utang luar negeri, untuk menekan kurs rupiah.<\/p>\n<p>\u201cCadangan devisa Indonesia besar dalam angka, tetapi terisi gelembung akumulasi utang luar negeri, terutama oleh pemerintah dan Bank Indonesia. Dengan kata lain, utang luar negeri tidak digunakan untuk kegiatan produktif, tetapi untuk memperkuat cadangan devisa dan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui intervensi,\u201dujarnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, ketergantungan pada utang untuk menjaga stabilitas Rupiah tidak bisa berlangsung selamanya. Ia memperingatkan bahwa tekanan terhadap Rupiah berpotensi kembali terjadi.<\/p>\n<p>Berdasarkan data historis, Anthony mengatakan pelemahan Rupiah sebesar 15-20 persen sudah pernah terjadi berulang kali. Dengan posisi saat ini mendekati Rp17.000 per Dolar AS, nilai tukar berpotensi menembus Rp20.000.<\/p>\n<p>\u201cDengan pelemahan 20 persen akan membawa nilai tukar ke sekitar Rp20.400 per Dolar AS. Angka ini bukan lagi angka spekulatif, tetapi berbasis data historis,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia bahkan membuka kemungkinan tekanan yang lebih dalam jika situasi global memburuk dalam beberapa bulan ke depan.<\/p>\n<p>\u201cDalam kondisi geopolitik yang lebih ekstrem, depresiasi Rupiah bahkan dapat melampaui 20 persen. Skenario tersebut dapat terjadi dalam waktu relatif singkat, tiga hingga enam bulan ke depan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Sebagai pembanding, Anthony mengingatkan krisis 1997, ketika pelemahan Rupiah yang tajam memaksa pemerintah meminta bantuan internasional<\/p>\n<p>\u201cSejarah menunjukkan, kejatuhan rupiah sebesar 25-30 persen pada triwulan ketiga 1997 membuat pemerintah meminta bantuan likuiditas kepada IMF,\u201d tandasnya.<img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<p>                            <!-- Ads: News Content C --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/dunia\/read\/2026\/03\/24\/701502\/diterpa-konflik-iran-rupiah-terancam-jebol-ke-rp20-000-per-dolar-as\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, menilai selama ini Indonesia cenderung terlena oleh narasi kekuatan ekonomi yang kerap disebut pemerintah sebagai indikator stabilitas. \u201cIndonesia terlena atau diterlenakan oleh narasi bahwa ekonomi Indonesia kuat, cadangan devisa besar, mencapai lebih dari 150 miliar Dolar AS, dan struktur utang aman karena didominasi tenor jangka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7794,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,6],"tags":[],"class_list":["post-7793","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7793","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7793"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7793\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7794"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7793"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7793"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7793"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}