{"id":8363,"date":"2026-04-02T15:30:36","date_gmt":"2026-04-02T08:30:36","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/04\/02\/desa-bawomataluo-diusulkan-jadi-situs-warisan-dunia-unesco\/"},"modified":"2026-04-02T15:30:36","modified_gmt":"2026-04-02T08:30:36","slug":"desa-bawomataluo-diusulkan-jadi-situs-warisan-dunia-unesco","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/04\/02\/desa-bawomataluo-diusulkan-jadi-situs-warisan-dunia-unesco\/","title":{"rendered":"Desa Bawomataluo Diusulkan Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                            <!-- News Part 2 --><br \/>\n                            <br \/>Status itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, Bawomataluo menyimpan jejak budaya megalitik yang masih hidup, deretan rumah adat kokoh seperti Omo Sebua yang telah berusia ratusan tahun, hingga tradisi lompat batu (fahombo) yang terus dipertahankan warga.\u00a0<\/p>\n<p>                            <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                            Lanskapnya pun unik &#8212; berdiri di ketinggian sekitar 324 meter di atas permukaan laut, desa ini menyajikan tata ruang tradisional yang relatif utuh.<\/p>\n<p>Nama Bawomataluo sebenarnya bukan pemain baru di level internasional. Sejak 2009, desa ini sudah masuk daftar sementara (tentative list) UNESCO. Namun, jalan menuju pengakuan resmi masih panjang dan penuh tahapan teknis.<br \/><!-- Ads: News Content B -->\n                            <\/p>\n<p>                            <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                            <br \/>Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan, saat ini pemerintah tengah mengebut proses administrasi.<\/p>\n<p>\u201cKita sudah melakukan sosialisasi di Nias dan selanjutnya akan menyusun dossier atau dokumen pengusulan,\u201d ujar Yuda dikutip dari <i>RMOLSumut<\/i>, Kamis 2 April 2026.<\/p>\n<p>Menurutnya, kekuatan utama Bawomataluo bukan hanya pada bangunan fisik, tetapi juga kehidupan sosial yang masih menjaga tradisi.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cTradisi lompat batu atau fahombo masih terjaga keasliannya dan menjadi daya tarik wisatawan,\u201d kata Yuda.<\/p>\n<p>Setelah tahap sosialisasi, pemerintah akan masuk ke penyusunan dokumen Preliminary Assessment\u2014tahapan krusial sebelum nominasi penuh diajukan ke UNESCO.<\/p>\n<p>Di sisi lain, upaya pelestarian cagar budaya di Sumut juga terus digenjot. Sepanjang 2025, lima situs ditetapkan sebagai cagar budaya nasional, yakni Candi Bahal I, Candi Bahal II, Candi Bahal III, Masjid Azizi, dan Istana Maimun.<img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<p>                            <!-- Ads: News Content C --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/nusantara\/read\/2026\/04\/02\/702490\/desa-bawomataluo-diusulkan-jadi-situs-warisan-dunia-unesco\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Status itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, Bawomataluo menyimpan jejak budaya megalitik yang masih hidup, deretan rumah adat kokoh seperti Omo Sebua yang telah berusia ratusan tahun, hingga tradisi lompat batu (fahombo) yang terus dipertahankan warga.\u00a0 Lanskapnya pun unik &#8212; berdiri di ketinggian sekitar 324 meter di atas permukaan laut, desa ini menyajikan tata ruang tradisional [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8364,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-8363","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8363","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8363"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8363\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8364"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8363"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8363"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8363"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}