{"id":8401,"date":"2026-04-03T03:04:00","date_gmt":"2026-04-02T20:04:00","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/04\/03\/indonesia-perlu-negosiator-yang-serius-atasi-masalah-kapal-tanker-pertamina\/"},"modified":"2026-04-03T03:04:00","modified_gmt":"2026-04-02T20:04:00","slug":"indonesia-perlu-negosiator-yang-serius-atasi-masalah-kapal-tanker-pertamina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/2026\/04\/03\/indonesia-perlu-negosiator-yang-serius-atasi-masalah-kapal-tanker-pertamina\/","title":{"rendered":"Indonesia Perlu Negosiator yang Serius Atasi Masalah Kapal Tanker Pertamina"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                            <!-- News Part 2 --><br \/>\n                            <br \/>Dua kapal tersebut yakni Pertamina Pride yang berbendera Singapura dan Gamsunoro yang berbendera Panama dikabarkan masih tertahan di selat teramai dunia itu.<\/p>\n<p>                            <!-- News Part 2.5 --><br \/>\n                            Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi sudah lama menyoroti lemahnya diplomasi Indonesia yang terbukti belum ada lampu hijau berlayar dari dua kapal tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKalau memang pemerintah ingin masalah ini cepat selesai, ya buka saja rapat khusus untuk pelolosan kapal ini.\u00a0 Ini kan kita tidak melihat bagaimana ada rapat di bawah kemenko apa (misalnya) untuk menyelesaikan masalah ini,\u201d kata Siswanto dalam podcast Madilog dikutip pada kanal YouTube Forum Keadilan TV, Kamis malam, 2 April 2026.<br \/><!-- Ads: News Content B -->\n                            <\/p>\n<p>                            <!-- News Part 3 (last) --><br \/>\n                            <br \/>\u201cKalau memang pemerintah harus turun tangan, ya tunjuk dong negosiator yang serius. Jadi sekarang Kemlu bicara, ESDM bicara, kemudian Pertamina sendiri bicara. Menteri Perdagangan bicara, Iran kan lagi-lagi bingung, siapa yang mau diladeni,\u201d tambahnya menegaskan.<\/p>\n<p>Pengamat maritim yang dikenal kritis ini mencontohkan proses yang dilakukan Thailand dan Malaysia terlihat tidak rumit, karena masalah bendera kapal yang digunakan.<\/p>\n<p>\u201cKalau berbendera Malaysia, muatannya untuk Malaysia, kalau berbendera Thailand, muatannya Thailand, tapi di kita kan rumit karena masuk aspek bisnis maritim (kesesuaian bendera),\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Terpisah, Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade sebelumnya mengungkap perkembangan terbaru terkait dua kapal tanker yang disewa Pertamina di Selat Hormuz. Ia optimistis kapal itu akan diizinkan melintas oleh Iran.<\/p>\n<p>&#8220;Ya ini sedang proses ya. Jadi informasi yang kami dapatkan, ini sedang proses,&#8221; kata Andre di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 1 April 2026.<\/p>\n<p>Andre meyakini kapal Pertamina akan segera lolos dari Selat Hormuz seperti negara lain. Ia menyebut tak ada kendala, hanya menunggu proses administrasi.<\/p>\n<p>Insyaallah Indonesia akan termasuk negara-negara yang lain ya, kapal kita akan segera lepas dari Selat Hormuz. Jadi tidak ada masalah, tinggal soal proses administrasinya saja,\u201d tandas Andre. <img decoding=\"async\" alt=\"rmol news logo article\" src=\"https:\/\/dashboard.rmol.id\/assets\/images\/logo\/10441704062019_akhir.png\"\/><\/p>\n<p>                            <!-- Ads: News Content C --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/rmol.id\/politik\/read\/2026\/04\/03\/702549\/indonesia-perlu-negosiator-yang-serius-atasi-masalah-kapal-tanker-pertamina\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dua kapal tersebut yakni Pertamina Pride yang berbendera Singapura dan Gamsunoro yang berbendera Panama dikabarkan masih tertahan di selat teramai dunia itu. Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi sudah lama menyoroti lemahnya diplomasi Indonesia yang terbukti belum ada lampu hijau berlayar dari dua kapal tersebut. \u201cKalau memang pemerintah ingin masalah ini cepat selesai, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8402,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-8401","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8401","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8401"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8401\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8402"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8401"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8401"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarterbaru.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8401"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}