Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen Lucky Avianto mengatakan, kontak tembak terjadi saat prajurit TNI bergerak lebih jauh memasuki kawasan hutan di wilayah Nduga.
Operasi tersebut dilakukan untuk menindak kelompok TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Derakma pimpinan Egianus Kogoya yang disebut melakukan aksi teror.
Kontak tembak terjadi setelah kelompok tersebut melepaskan tembakan ke arah pasukan TNI. Prajurit TNI kemudian berhasil memukul mundur kelompok bersenjata tersebut menjauh dari kawasan permukiman dan pusat aktivitas sosial ekonomi masyarakat.
“Mereka menghujani pasukan kita dengan tembakan senjata api. Pasukan kita selamat, dan berhasil memukul mundur kelompok mereka semakin jauh dari pemukiman atau pusat sosial ekonomi masyarakat,” kata Letjen Lucky dalam keterangan resmi, Selasa 22 September 2026.
Menyikapi peristiwa tersebut, Lucky menegaskan TNI akan terus memburu kelompok bersenjata tersebut. Di sisi lain, TNI tetap membuka kesempatan bagi anggota OPM untuk menyerahkan diri.
“Saya pastikan Satgas TNI tidak akan pernah ragu mengambil tindakan tegas dan terukur ketika berhadapan dengan situasi tertentu, khususnya mendesak, mengingat prinsip keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi senantiasa menjadi pedoman Satgas TNI, terutama dalam menghadapi kekejian OPM,” jelas Lucky. 
