Pontianak, Kabar Terbaru
Menjelang Muswil Ke-8 LDII Kalbar yang akan dilaksanakan besok, DPD LDII Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan ngopi bareng dengan Bang Ketum yang digelar di salah satu Cafe di Pontianak, Rabu (23/9/2026).
Dalam kegiatan yang dihadiri langsung Ketua Umum DPP LDII H. Dody Taufiq Wijaya, AK., M.Com., CA., Sekum LDII Dr. H. Tri Gunawan Hadi, MSi, M. H., Ketua OKK, Ketua DPD LDII Kalbar Susanto dan sejumlah pengurus LDII Kalbar serta para wartawan/jurnalis dari berbagai media.
Dalam pemaparannya Ketua Umum DPP LDII H. Dody Taufiq Wijaya, AK., M.Com., CA., menjelaskan tentang perkembangan LDII saat ini dan isu-isu yang menjadi perhatian terkait lingkungan khususnya Karhutla di Kalbar khususnya dan Kalimantan.
“Terhadap karhutla, kita sudah edukasi kepada warga kita LDII untuk jaga dan tidak membakar,” ungkap Dody Taufiq Wijaya.
Menurutnya sebagai organisasi civil society atau organisasi kemasyarakatan, LDII hanya bisa memberikan imbauan kepada warga untuk melestarikan lingkungan, menjaga lingkungan, menanam pohon. “Tapi itu diwujudkan dengan tindakan, karena LDII itu dakwah bil hal,” ujarnya.
Untuk di Kalbar selama ini LDII sudah melakukan reboisasi, penghijauan, pemanfaatan lahan terlantar, gambut menjadi lahan produktif. Disamping itu juga menjaga hutan, konservasi air yang sangat penting di Kalimantan Barat.
“Selain itu usaha syariat untuk kita berdoa kepada Allah SWT dalam rangka Karhutla sholat istisqa,” ucapnya.
Ketua LDII Kalbar, Susanto menambahkan bahwa di Kalbar sudah melakukan selama ini, membangun kesadaran warga, “melakukan edukasi sejak usia dini untuk membangun kesadaran kolektif, sudah dilakukan dari SDb sampai ke Perguruan Tinggi untuk kepedulian lingkungan. kedepannya ini kita akan ditingkatkan,” ungkapnya.
Sebelumnya Ketum LDII memaparkan bahwa LDII membantu negara, pemerintah untuk membentuk generasi muda yang unggul, mempunyai akhlakul Karimah, religius dan profesional.
Program unggulan LDII ada 8 yang disebut 8 Program pengabdian untuk bangsa. Namun untuk didaerah memberikan keleluasaan daerah masing-masing.
Delapan bidang program prioritas tersebut: 1. Wawasan Kebangsaan: Menguatkan nilai nasionalisme, pemahaman empat pilar kebangsaan, dan menjaga persatuan.
2. Keagamaan (Dakwah): Melakukan pembinaan keagamaan secara luas yang inklusif, termasuk bagi masyarakat marjinal atau membutuhkan.
3. Pendidikan: Membentuk karakter generasi yang profesional religius melalui pondok karakter dan pendidikan formal/nonformal. Dimana LDII mempunyai 300 lebih lembaga pendidikan.
4. Kesehatan: Mendorong pola hidup sehat serta pemanfaatan obat herbal yang berdampingan dengan medis konvensional.
5. Ekonomi Syariah: Mengembangkan sistem ekonomi berbasis syariah dan asas kekeluargaan untuk kesejahteraan umat.
6. Ketahanan Pangan dan Lingkungan Hidup: Mengoptimalkan inovasi pertanian, pemanfaatan lahan tidur, serta penjagaan lingkungan.
7. Energi Baru Terbarukan (EBT): Mendorong penggunaan energi ramah lingkungan seperti pembangkit listrik tenaga surya.
8. Teknologi Digital: Meningkatkan literasi teknologi dan membina generasi muda agar bijak serta produktif di era digital. (Amad)
