Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Raden Gusti Arief Yulifard mengatakan, perbaikan fasilitas bertujuan agar TIM tidak hanya menjadi ruang hiburan, namun semakin kuat sebagai pusat edukasi dan kebudayaan masyarakat.
“Tetapi secara pelayanan sudah maksimal,” kata Gusti usai mengunjungi TIM, dikutip Kamis 24 September 2026.
Dalam kunjungan ke TIM, Komisi E meninjau sejumlah fasilitas di TIM. Di antaranya Perpustakaan HB Jassin, Planetarium, serta fasilitas pendukung lainnya.
Gusti mengatakan, pelayanan di Perpustakaan HB Jassin secara umum sudah berjalan baik. Hanya saja, masih terdapat kekurangan yang perlu perbaikan.
Ia juga melihat antusiasme masyarakat memanfaatkan fasilitas perpustakaan di TIM.
Sedangkan fasilitas Planetarium, ungkap Gusti, butuh pembenahan. Terutama pada aspek konten dan tata suara. Perlu lebih beragam agar pengalaman edukasi pengunjung makin optimal.
Gusti juga menilai, keberadaan TIM memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem edukasi dan kebudayaan di Jakarta.
Karena itu, optimalisasi fasilitas dinilai penting agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
“TIM bisa menjadi pusat hiburan, edukasi, dan kebudayaan,” kata Gusti.
Ia mengajak masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, memanfaatkan berbagai fasilitas di TIM sebagai ruang belajar. Sekaligus, memperluas pengalaman dan wawasan tentang kebudayaan serta ilmu pengetahuan.
“Mudah-mudahan menjadi motivasi bagi dinas terkait untuk memajukan edukasi dan kebudayaan di Jakarta,” pungkas Gusti. 
