Hal itu disampaikan Muhadjir saat berbincang dengan Eddy Wijaya dalam Podcast EdShareOn, Eddy Sharing and Discussion, dikutip Kamis 1 Oktober 2026.

Dalam perbincangan tersebut, Muhadjir yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2016-2019, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) periode 2019-2024, serta Menteri Agama ad interim pada 30 Juni hingga 19 Juli 2022, membahas berbagai persoalan strategis yang pernah dihadapinya.

Salah satu yang disoroti adalah persoalan pendidikan, khususnya kualitas dan kesejahteraan guru. Muhadjir secara terbuka mengungkapkan penyesalannya karena belum dapat meningkatkan kesejahteraan guru secara optimal saat menjabat sebagai Mendikbud.

“Saya merasa bersalah ketika menjadi Mendikbud. Usaha meningkatkan kesejahteraan guru tidak berhasil maksimal,” kata Muhadjir.

Di sisi lain, menurutnya, persoalan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kualitas pembelajaran, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan dan tantangan bonus demografi.

Selain pendidikan, Muhadjir juga membagikan pengalamannya terkait penyelenggaraan ibadah haji. Ia menyoroti tantangan besar dalam mengelola kebutuhan jemaah Indonesia yang jumlahnya sangat besar serta pentingnya pembenahan sistem dan tata kelola haji.

Muhadjir menilai perubahan tata kelola penyelenggaraan haji perlu dipersiapkan secara matang agar sistem pelayanan dapat menjawab kebutuhan jemaah di masa mendatang.

Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari perbincangan yang membahas pendidikan, sumber daya manusia, hingga penyelenggaraan haji secara lebih luas.rmol news logo article



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *