Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman mengatakan, pertumbuhan pembiayaan pinjaman online masih berada di level dua digit.
Namun, pertumbuhan pinjaman online tersebut dibarengi dengan meningkatnya risiko kredit macet. OJK mencatat tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) naik menjadi 4,73 persen pada Agustus 2026.
“Outstanding pembiayaan pada Agustus 2026 tumbuh 22,07 persen year-on-year dengan nominal Rp106,94 triliun. TWP90 tercatat sebesar 4,73 persen,” kata Agusman dalam konferensi pers secara virtual, pada Senin, 5 Oktober 2026.
Kenaikan TWP90 tersebut berlanjut dari bulan sebelumnya. Pada Juli 2026, TWP90 tercatat 4,32 persen, setelah sebelumnya berada di level 4,26 persen pada Juni 2026.
Di sisi lain, laju pertumbuhan pembiayaan pinjaman online justru melambat. Pada Juli 2026, outstanding pembiayaan tercatat Rp105,63 triliun dengan pertumbuhan 24,76 persen yoy.
Artinya, secara nominal pembiayaan masih meningkat sekitar Rp1,31 triliun dalam sebulan. Namun, pertumbuhan tahunannya turun dari 24,76 persen pada Juli menjadi 22,07 persen pada Agustus.
Sementara itu, OJK mencatat pembiayaan industri pergadaian tumbuh lebih tinggi, yakni 44,60 persen yoy menjadi Rp156,61 triliun pada Agustus 2026.
Produk gadai masih mendominasi dengan nilai Rp132,84 triliun atau 84,82 persen dari total pembiayaan.
Agusman juga menyampaikan OJK telah memberikan persetujuan peningkatan lingkup wilayah usaha menjadi nasional kepada PT Gadai Mulia Sejahtera dan PT Solusi Gadai Pintar.
“Dengan demikian, saat ini terdapat tujuh perusahaan pergadaian dengan lingkup wilayah usaha nasional,” tandas Agusman.
