Langkah tersebut menjadi salah satu prioritas pembangunan Maroko di tengah perubahan geoekonomi global yang berlangsung semakin cepat.
Dalam pidato pembukaan sidang pertama tahun legislasi ke-12 di hadapan parlemen di Rabat, Raja Maroko menekankan pentingnya mempercepat proyek infrastruktur yang telah direncanakan sekaligus meluncurkan strategi baru di sejumlah sektor strategis, termasuk air, energi, ketahanan pangan, industrialisasi, dan AI.
““Saat ini, selain mempercepat pelaksanaan proyek infrastruktur yang telah direncanakan, kita harus meluncurkan generasi baru strategi utama, khususnya di bidang air, energi, dan keamanan pangan, lepas landas industri, ekonomi digital, dan kecerdasan buatan,” ujar Mohammed VI, dikutip Minggu, 11 Oktober 2026.
Raja menilai perubahan geoekonomi dunia menuntut Maroko memperkuat kapasitas nasional melalui reformasi dan proyek strategis.
Pengembangan AI dan ekonomi digital diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing negara sekaligus memperkuat posisinya sebagai kekuatan ekonomi yang terus berkembang.
Selain mendorong transformasi digital, Raja Maroko juga meminta sektor swasta mengambil peran lebih besar dalam agenda pembangunan nasional.
Pelaku usaha diharapkan meningkatkan inovasi, memperluas investasi, memperkuat ekspor, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
“Saya ingin agar sektor ini menunjukkan inisiatif yang lebih besar dan semangat inovatif yang lebih tajam, serta meningkatkan kapasitasnya untuk menciptakan lapangan kerja, berinvestasi, dan mengekspor,” tegasnya.
Di sisi lain, Raja Maroko menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pemerataan sosial dan kewilayahan.
Dia juga meminta agar persoalan generasi muda menjadi prioritas kebijakan publik, terutama melalui pemerataan akses pendidikan, pengembangan keterampilan, dan integrasi ekonomi guna membuka peluang masa depan yang lebih baik.
