PONTIANAK, Kabar Terbaru
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) kolaborasi Universitas Tanjungpura (UNTAN) dan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat (UNU Kalbar) menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mendukung peningkatan kinerja pembesaran ikan nila (Oreochromis niloticus) di UPR Kuini I Berjaya, Pontianak, Kalimantan Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat pada skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didanai melalui hibah BIMA Dikti.

Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang peserta dari mitra UPR Kuini I Berjaya yang diketuai oleh Bapak Nasrun. Turut hadir penyuluh perikanan, Ibu Wahyu Nopi Chana. Tim pelaksana terdiri atas Tia Nuraya, S.Si., M.Si., dari Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Tanjungpura; Kartika Sari, S.Kom., M.Cs., dari Jurusan Rekayasa Sistem Komputer, FMIPA, Universitas Tanjungpura; serta Yogo Tri Saloko, S.Pi., M.Si., dari Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat. Kegiatan ini juga melibatkan empat mahasiswa, yaitu Fatur, Dustin, Fauzi, dan Alya.
Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah pemasangan perangkat monitoring kualitas air berbasis IoT pada keramba jaring apung mitra. Perangkat tersebut menggunakan empat sensor untuk memantau parameter kualitas air, yaitu suhu, pH, kekeruhan, dan gas amonia. Data hasil pengukuran ditampilkan melalui website sehingga dapat diakses oleh mitra untuk membantu memantau kondisi perairan.
Selain pemasangan perangkat, tim PKM memberikan pelatihan kepada mitra mengenai cara mengakses website, membaca data dari masing-masing sensor, serta memahami informasi hasil pengukuran. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan mitra dalam mengoperasikan sistem dan memanfaatkan data sebagai informasi pendukung pengelolaan budidaya ikan nila.
Ketua UPR Kuini I Berjaya, Bapak Nasrun, menyampaikan apresiasinya atas bantuan perangkat monitoring yang diberikan melalui program tersebut. Menurutnya, alat ini menjadi dukungan baru bagi kelompok dalam memantau kualitas air pada kegiatan budidaya. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan alat ini karena sebelumnya kelompok kami belum memiliki perangkat monitoring kualitas air seperti ini. Harapan kami, ke depannya alat ini dapat dikembangkan dengan penambahan sensor salinitas dan oksigen terlarut (DO), sehingga pemantauan kualitas air menjadi lebih lengkap. Dengan adanya alat ini, kami merasa sangat terbantu dalam menjalankan kegiatan budidaya ikan nila,” ungkap Nasrun.
Ketua tim PKM, Tia Nuraya, S.Si., M.Si., berharap kegiatan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi mitra, baik melalui penerapan teknologi maupun peningkatan pengetahuan dalam pemantauan kualitas air. “Semoga kegiatan PKM ini dapat memberikan dampak yang baik bagi mitra, membantu kelompok dalam mengelola budidaya ikan nila, serta mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung kegiatan perikanan yang lebih baik,” ujar Tia.
Melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat pada skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didanai hibah BIMA Dikti, tim kolaborasi UNTAN dan UNU Kalbar berharap teknologi monitoring kualitas air ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh UPR Kuini I Berjaya. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pembudidaya, mahasiswa, dan penyuluh perikanan diharapkan dapat memperkuat kapasitas mitra dalam memanfaatkan teknologi digital serta mendukung pengelolaan budidaya ikan nila yang lebih terukur dan berkelanjutan. (*/Amad)
