Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan ketepatan sasaran sekaligus mendukung target penghapusan kemiskinan ekstrem.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengatakan, digitalisasi data bansos kini mulai menggunakan AI untuk membantu proses pencocokan dan pemutakhiran data penerima.

“Ini sudah pakai AI. Tapi ini proses awal, terus masih harus diperbaiki,” kata Cak Imin usai puncak penganugerahan Mandaya Awards & Innovilleague 2026 di Plaza Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa, 27 Oktober 2026.


Menurut Cak Imin, sistem tersebut tidak hanya digunakan untuk mendata masyarakat yang berhak menerima bantuan, tetapi juga melakukan pencocokan dengan kondisi aktual di lapangan.

Data penerima juga dapat diperbarui apabila kondisi ekonomi masyarakat berubah. Bahkan, penerima yang sudah tidak memenuhi kriteria dapat dikeluarkan dari daftar bansos.

“Kalau sudah tidak layak, misalnya rumahnya sudah bagus, itu bisa dikeluarkan. Jadi kita proaktif mendaftarkan, kemudian kita cross-check,” ujar Cak Imin.

Pemanfaatan teknologi tersebut berjalan dalam kerangka Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemerintah berupaya memastikan data perlindungan sosial terus diperbarui sehingga bantuan tidak sekadar mengandalkan daftar penerima lama.

Langkah itu menjadi penting karena pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem mencapai nol pada akhir 2026. 

Cak Imin menyebut sekitar 1,1 juta orang telah berhasil keluar dari kemiskinan ekstrem selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Di sisi lain, Cak Imin menekankan pentingnya perubahan paradigma dari sekadar memberikan bantuan menjadi mendorong masyarakat agar mandiri secara ekonomi.

“Yang pertama, merubah cara pikir, pijakan untuk paradigma pembangunan yaitu dari bantuan sosial menjadi pemberdayaan. Tekanya, bansos sementara berdaya selamanya,” kata Cak Imin.

Karena itu, pembaruan data tidak hanya diperlukan untuk memastikan bansos tepat sasaran, tetapi juga untuk melihat apakah penerima masih berada dalam kondisi miskin atau sudah mampu beralih menjadi pelaku ekonomi.rmol news logo article



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *